Sebut Pernyataan KSP Hoax, Rocky Gerung: Kalau Jokowi Tak Tahu Menahu, Harusnya Pangdam Disanksi

- 22 November 2020, 09:51 WIB
Rocky Gerung. /

GALAMEDIA - Pengamat politik Rocky Gerung menagih pihak istana untuk memberikan kejelasan tentang peristiwa di Petamburan. Yakni penurunan baliho Habib Rizieq Shihab oleh aparat TNI atas perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian menyanggah anggapan bahwa langkah TNI tersebut merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Meski begitu, keterangannya itu memberi kesan istana memberikan dukungan terhadap tindakan Pangdam Jaya tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam tayangan video pada kanal YouTube Rocky Gerung Offical, Minggu 22 November 2020.

Rocky Gerung saat berbincang-bincang dengan Hersubeno Arief.
Rocky Gerung saat berbincang-bincang dengan Hersubeno Arief.

Rocky mengatakan publik bisa menilai bahwa pernyataan Donny tersebut merupakan hoax yang ditimbulkan oleh istana. Alasannya, sebelumnya Moeldoko sempat menyatakan bahwa yang berhak mengeluarkan pernyataan dari istana hanya tiga orang, yakni Moeldoko selaku Kepala KSP, Pratikno selaku Mensesneg dan Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet.

"Istana bermain-main di wilayah yang tak jelas. Selama Pak Moeldoko tidak ucapkan sendiri, orang akan menganggap itu hoaks. Karena Moeldoko menyatakan yuang resmi hanya tiga," katanya.

Baca Juga: Siap Bela Ulama, Laskar Pendekar Banten Minta Maaf ke Habib Rizieq Soal Deklarasi Ormas Tolak HRS

Namun ia menilai pemerintah terkesan menghindari masalah di Petamburan.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya

Sumber: Youtube Rocky Gerung Official


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X