Bansos Tunai Diperpanjang, Mensos Akan Validasi Ulang Agar Penerimanya Tidak Itu-itu Saja

- 22 November 2020, 16:41 WIB
Ilustrasi bantuan. // Kabar Joglosemar/Galih Wijaya

GALAMEDIA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperpanjang Program Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai/BST) hingga 2021. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima BST.

“Untuk penerima BST, saya minta dilakukan validasi ulang agar penerimanya tidak orang yang itu-itu saja. Masih banyak yang membutuhkan,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara sebagaimana dilansir laman kemsos.go.id, Jumat 20 November 2020.

Menurut Juliari, perpanjangan program BST bertujuan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional sejumlah 10 juta KPM pada 34 provinsi. Anggaran yang disiapkan untuk menyalurkan BST sebesar Rp12 triliun.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19: Pasien Sembuh Meningkat, Sayangnya Kasus Baru Juga Meningkat

Selain BST, program bansos pangan program sembako juga diperpanjang untuk 18,8 juta KPM. Anggaran untuk Bansos pangan disiapkan sebesar Rp45,12 triliun.

Keputusan memperpanjang ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pandemi Covid-19 ini.
“Saya sebagai Mensos senantiasa berjuang dan selalu berusaha agar para penerima bantuan pada masa pandemi ini tidak bertambah susah karena terkena dampak Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga: Panglima TNI Sebut Media Sosial Kini Jadi Media propaganda dan Media Perang Urat Syaraf

Juliari berpesan, masyarakat yang belum pernah mendapatkan bansos, khususnya yang terdampak Covid-19 dapat mengajukan diri ke pemerintah daerah untuk dilakukan pendataan terlebih dahulu.

“Apabila ada yang merasa belum pernah dapat apa-apa (bansos) sama sekali datang ke dinas sosial atau kantor kecamatan seperti ini, sampaikan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan

Sumber: setkab


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X