Konflik Meruncing, Persib dan 36 PS Perlu Duduk Bersama

- 12 Agustus 2020, 15:01 WIB
ILUSTRASI Persib Bandung.*/PIKIRAN-RAKYAT.COM /

GALAMEDIA - Setelah masuk ke era modern dan industri, Persib menjadi klub sepak bola yang profesional. Di bawah bendera PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Persib mulai 'menjauh' dengan 36 persatuan sepak bola (PS) yang semula dinaunginya.

Polemik antara Persib dan 36 PS pun makin runcing. Terlebih setelah 36 PS itu tidak lagi mendapat haknya dalam menyumbang pemain untuk Persib. Mereka juga mengklaim jika apresiasi dari manajeman tidak ada.

Pengamat sepak bola sekaligus pemerhati Persib Bandung, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung menilai, perubahan manajeman Persib Bandung ke badan perseroan hingga berdampak pola memenuhi kebutuhan pemain menjadi profesional merupakan hal wajar.

Baca Juga: Bingung Pilih Nama, Lahir Empat Bulan Lalu Bintang Manchester City Ini Masih Belum Menamai Anaknya

"Intinya ini kan sepak bola modern, akan berkaitan dengan yang namanya subyek hukum, hal hal yang secara yuridis, legal itu harus jelas. Jadi sudah benar memang klub sepak bola profesional itu berbadan hukum PT seperti sekarang," terang Eko, Rabu, 12 Agustus 2020.

Tetapi, kata Eko, Persib tak bisa lepas dari nilai historis dan emosional terkait keberadaan PS. Menurut Eko, hal itu sebenarnya bisa menguntungkan jika benar-benar dikelola dengan baik.

"Semodern apapun klub sepak bola, dua hal ini (historis dan emosional) harus melekat dan menguntungkan," ujar Eko.

Historis, lanjut dia, bisa saja diwujudkan dengan membuat museum karena tidak semua klub profesional memiliki sejarah. Sedangkan ikatan emosional, sejauh apapun bisa mempengaruhi klub profesional.

Baca Juga: Perusahaan Harus Proaktif Menyampaikan Nomor Rekening Pekerja ke Pemerintah

"Jadi kalau misalkan Persib kalah, jelek, mereka berhak marah dan protes. Tapi kalau sampai mengendalikan arah kebijakan klub ya nggak bisa, karena yang menentukan itu direksi atau komisaris sesuai aturan," ungkap Eko.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X