Nama Presiden Jokowi Dicatut Greenpeace, Keputusan Presiden Disebut Penyebab Kerusakan Lingkungan

18 November 2021, 00:45 WIB

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat KTT G20 hingga kini masih menjadi sorotan. Bahkan, salah satu organisasi non pemerintah yaitu Greenpeace mencatut nama Jokowi sebagai penyebab kerusakan lingkungan. . Pernyataan tersebut diungkap Greenpeace ketika menyoroti penjelasan Jokowi terkait banjir di Sintang, Kalimanyan Barat. Selama ini, wilayah Sintang merupakan daerah yang jarang terkena banjir. Namun, baru-baru ini, banjir melanda wilayah Sintang untuk durasi yang cukup lama. Hingga kini, terhitung sudah hampir empat pekan Sintang mengalami kebanjiran dan berdampak kepada ribuan warga di wilayah tersebut. . Dinilai Jokowi, kebanjiran di Sintang tersebut diakibatkan kerusakan lingkungan yang terjadi pada puluhan tahun yang lalu. Namun, pernyataan Jokowi dibantah oleh Greenpeace yang menyebutkan jika banjir di Sintang diakibatkan oleh keputusan orang nomor satu di Indonesia itu dalam mengesahkan Undang-Undang. . "Kerusakan lingkungan Indonesia memang sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun, namun peraturan dan UU yang dibuat pemerintahan @jokowi seperti Omnibus Law dan revisi UU Minerba justru malah semakin memperburuk perusakan lingkungan alih-alih memperbaikinya," kata Greenpeace dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter resmi organisasi tersebut. . Christina Kasih Nugrahaeni/PRMN Vid. Editor: Gesang /PRMN ----------------------------------------­------------------------------- Subscribe kanal Youtube Pikiran Rakyat https://www.youtube.com/channel/UCPvi3d3MAILSVKRIU_1Mnkg Menyediakan berita nasional harian dan peristiwa terbaru yang terjadi di sekitar kita. ----------------------------------------­------------------------------- Laman: www.pikiran-rakyat.com https://www.facebook.com/pikiranrakyatonline/ https://twitter.com/pikiran_rakyat https://www.instagram.com/pikiranrakyat/ ----------------------------------------­-------------------------------

Video Lainnya

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X