Renungan Pagi, Kesempurnaan Akal: Mengikuti yang Diridhai Allah dan Meninggalkan yang Dimurkai-Nya

- 10 September 2020, 07:35 WIB
Foto Ilustrasi /Doknet./

GALAMEDIA - Allah berfirman, bahwa Dia telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Selain itu, perbedaan manusia dengan makhluk lain ciptaan Allah adalah karena  dapat berfikir, yakni mempunyai akal.

Dari kesempurnaan bentuk fisik maka manusia merupakan makhluk terindah yang pernah ada di muka bumi ini. Keindahan tersebut makin sempurna ketika Allah menganugerahi manusia seperangkat "alat pendeteksi kebenaran" yang dapat digunakan
dalam kehidupannya yaitu akal.

Baca Juga: PSBB Jakarta: Mulai Senin 14 September Kembali Berlaku Total

Diterangkan dalam Kitab Nasoihul Ibad karya Syeikh Nawawi Al Bantani (1813-1897), sesungguhnya kesempurnaan akal adalah mengikuti apa yang diridhai Allah dan meninggalkan apa yang dimurkai Allah. Artinya apa saja yang tidak seperti konsep yang disebutkan tadi adalah kegilaan/tak berakal.

Selain itu disebutkan, beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin, dengan mengikuti petunjuk akalnya yang sempurna, sedangkan hawa nafsunya menjadi tahanan.

Dan celakalah bagi orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasanya, dengan melepaskannya dalam menuruti apa yang di inginkannya, sedangkan akalnya menjadi hambanya yaitu akal tersebut terhalang untuk memikirkan nimat Allah dan keagungan Allah SWT. Wallahualam.***

 

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X