Pantau Terus Sekolah Soal Kasus Hepatitis Akut, Kemendikbudristek: Bina PMR Jadi Kader Kesehatan di Sekolah

- 23 Mei 2022, 21:34 WIB
Ilustrasi. Pelatihan kurikulum untuk dipersiapkan bagi PMR.
Ilustrasi. Pelatihan kurikulum untuk dipersiapkan bagi PMR. /dok PMI Grobogan.

 

GALAMEDIA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan akan terus memastikan pemantauan terkait kasus hepatitis akut di sekolah terus berjalan sesuai dengan tata laksana yang berlaku.

“Kami memastikan sekolah melaporkan penemuan gejala kepada puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekatnya. Ini yang perlu dilakukan oleh masing-masing sekolah apabila ada temuan kasus di sekolah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto dalam FMB9 “Hepatitis Akut Dicegah, Sekolah PTM Aman” yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, 23 Mei 2022.

Anang menekankan pemantauan tersebut dilakukan lewat koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan guna mengawasi dan mencegah terjadinya penularan hepatitis akut terjadi selama pembelajaran tatap muka (PTM) diberlangsungkan.

Sambil melakukan pemantauan perkembangan hepatitis akut, Kemendikbudristek juga melakukan langkah pencegahan dengan menyiapkan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada seluruh warga sekolah yang berisikan optimalisasi program sekolah untuk membiasakan perilaku hidup sehat.

Baca Juga: Tanggal 26 Mei Libur Apa? Ini Informasinya Lengkap Daftar Hari Libur Nasional 2022

“Kami juga menyiapkan komunikasi tentang mekanisme penanganan dan rujukan gejala-gejala hepatitis akut dan penyakit menular lainnya yang ditemukan di sekolah,” ujar Anang.

Lebih lanjut Anang menjelaskan, KIE itu berisikan mengenai sosialisasi pada anak untuk membiasakan konsumsi makanan sehat, meningkatkan aktivitas fisik secara rutin, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat serta protokol kesehatan pada makanan dan minuman di sekolah.

Untuk melaksanakan program sekolah yang sehat dengan mengoptimalisasi unit kesehatan sekolah di setiap madrasah atau satuan pendidikan, pihaknya mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, termasuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan edukasi gizi.

“Pendidikan reproduksi dan pendidikan ketrampilan hidup yang sehat ini juga kami lakukan dan pembinaan kader kesehatan sekolah antara lain PMR,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya

Sumber: ANTARA


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x