Doa Malam Nisfu Syaban, Baca Setelah Laksanakan Sholat Nisfu Syaban Lengkap Beserta Artinya

- 17 Maret 2022, 19:22 WIB
Di malam Nisfu Syaban sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakan sholat sunnah, setelah sholat Magrib.
Di malam Nisfu Syaban sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakan sholat sunnah, setelah sholat Magrib. /

GALAMEDIA - Berikut adalah doa malam Nisfu Syaban.

Di malam Nisfu Syaban sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakan sholat sunnah, setelah sholat Magrib.

Seperti diketahui, malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Kamis 17 Maret 2022 merupakan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dan juga menjatakan doa.

Sebab di malam Nisfu Syaban Allah SWT memberikan perhatian khusus bagi umatnya yang mengerjakan ibadah termasuk memohon doa.

Keutamaan malam Nisfu Syaban sendiri pernah disampaikan oleh penceramah Ustadz Abdul Somad.

"Allah memberikan perhatian khusus pada malam Nisfu Syaban,”katanya sebagaimana dilansir Galamedia dalam ceramahnya dikutip dari YouTube taman surga.net, Kamis 17 Maret 2022.

Baca Juga: Resep Puding Jeruk Cocok Untuk Di Jadikan Menu Berbuka Puasa

Saking istimewanya malam Nisfu Syaban, siapa saja yang memohon doa, maka Allah SWT akan mengampuninya.

Sebab malam Nisfu Syaban sendiri sering disebut sebagai lailatuf maghfirah atau malam pengampunan.

Tak hanya itu, malam Nisfu Syaban juga merupakan waktu terbaik bagi setiap muslim untuk memanjatkan doa agar diijabah Allah SWT.

Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitabnya, Maslakul Akhyar, mencatatkan doa berikut sebagai doa yang dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban.

Baca Juga: Ini Dua Dosa yang Tak Diampuni Allah SWT di Malam Nisfu Syaban, Segera Taubat Sebelum Terlambat


Adapun doa di malam Nisfu Syaban ini alangkah baiknya dibacakan selepas melaksanakan sholat Nisfu Syaban.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah swt,", demikian dikutip Galamedia dari Nu.or.id.***

Editor: Dicky Aditya

Sumber: NU


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah