UPDATE! Israel Terus Bombardir Jalur Gaza Palestina, 119 Orang Dilaporkan tewas Termasuk Anak-anak

- 14 Mei 2021, 17:41 WIB
Runtuhan bangunan di Palestina usai serangan udara Israel yang. terjadi pada Jumat pagi, 14 Mei 2021
Runtuhan bangunan di Palestina usai serangan udara Israel yang. terjadi pada Jumat pagi, 14 Mei 2021 /Reuters/Suhaib Salem/

GALAMEDIA - Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina pada hari Jumat waktu setempat dengan serangan udara dan peluru artileri saat Israel meningkatkan pengerahan pasukan dan tank di dekat daerah kantong Palestina yang terkepung.

Seperti diberitakan Aljazeera dilansir Galamedia Jumat, 14 Mei 2021, setidaknya 119 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 830 luka-luka sejak konflik bersenjata yang berkobar pada hari Senin.

Ratusan keluarga Palestina telah berlindung di sekolah-sekolah yang dikelola PBB di Gaza utara untuk menghindari tembakan artileri Israel.

Meskipun ada seruan internasional untuk segera menghentikan pertempuran, termasuk dari kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji serangan itu akan berlanjut "sebagaimana diperlukan untuk memulihkan ketenangan di negara Israel".

Baca Juga: Tak Gentar Terus Diserang, Hamas Miliki Senjata 'Rahasia' Mampu Bumi Hanguskan Tanah Israel

Di sisi lain, Hamas menembakkan rentetan roket lagi ke arah Israel, menghantam kota Ashkelon pada dini hari pada hari Jumat.

Setidaknya enam warga Israel dan satu warga India juga tewas. Tentara Israel mengatakan ratusan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur kantong itu.

Sementara itu, kekerasan sedang terjadi antara pemukim Israel dan warga Palestina di Tepi Barat serta di Israel.

Dalam potensi eskalasi lainnya, setidaknya tiga roket ditembakkan dari Lebanon selatan menuju Israel.

Serangan udara Israel telah menghancurkan lebih dari 200 unit rumah di Jalur Gaza, sementara 24 sekolah mengalami kerusakan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Badan tersebut mengatakan eskalasi telah berdampak pada akses ke air, sanitasi, perawatan kesehatan, dan tanggapan COVID-19.

Baca Juga: Erdogan Berniat Hentikan Kejahatan Israel , Yan Harahap: Andai Kita Punya Pemimpin dengan Karakter Erdogan

Disebutkan bahwa Pabrik Desalinasi Air Laut Gaza Utara masih belum beroperasi yang mempengaruhi sekitar 250.000 orang akses ke air minum bersih.

Namun, 230.000 orang lainnya dari Kota Gaza dan Khan Younis memiliki akses terbatas ke air pipa karena meningkatnya pemadaman listrik dan kerusakan jaringan, menurut OCHA.

Otoritas Israel telah menutup penyeberangan Erez di utara Jalur Gaza sejak 10 Mei, termasuk untuk pekerja kemanusiaan, serta penyeberangan Kerem Shalom di selatan tempat barang dan bahan bakar masuk.

“Kemanusiaan terus memberikan bantuan di lapangan tetapi ketidakamanan saat ini secara signifikan membatasi pengiriman layanan penting, termasuk tanggapan COVID-19 yang sedang berlangsung,” kata Jens Laerke, juru bicara OCHA dilansri Aljazeera.***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah