Banyak Bansos Belum Tersalurkan, Mensos Risma: Ayo Bapak Ibu, Saya Minta Bekerja Keras! Angkanya Besar Sekali

- 2 Oktober 2021, 16:58 WIB
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. /Kemensos

 

GALAMEDIA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) meminta pemerintah daerah, Bank Himbara dan pendamping untuk bekerja keras memastikan bantuan diterima penerima manfaat.

Soalnya penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) memasuki tahapan akhir penyaluran pada bulan Oktober.

Terlebih, sejumlah daerah kini mendapat tambahan penerima bantuan, di mana secara nasional besarnya 5,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Ayo bapak ibu, saya minta bekerja keras. Ini masih banyak KPM yang belum menerima bantuan. Angkanya besar sekali. Padahal untuk bansos PKH akan salur terakhir pada bulan Oktober ini. Ini injury time. Kalau tidak bisa masuk nanti tidak akan menerima bantuan," ujarnya dalam pertemuan pemadanan data yang berlangsung di Balai Tou Motou, Kota Manado, Jumat, 1 September 2021.

Ia pun mengaku prihatin karena masih banyak penerima manfaat (penerima bansos) di Provinsi Sulawesi Utara belum menerima bantuan. Dari data-data yang disajikan, tersaji angka dari ratusan hingga ribuan KPM belum menerima bantuan.

Baca Juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Pensiun dari Dunia Politik, Demi Sang Puteri?

Untuk BPNT atau Program Sembako, misalnya, berdasarkan laporan yang diterima di Kabupaten Minahasa Selatan 542 belum tersalurkan, Kabupaten Minahasa Tengah 545 KPM, dan di Kabupaten Minahasa Utara 616 KPM.

"Ini banyak sekali. Total 1.600-an KPM. Ada apa ini. Ini orang miskin ya pak. Satu orang saja tidak bisa dibiarkan tidak mendapatkan bantuan, apalagi ribuan," tegas Mensos Risma.

Ia juga menyoroti Kabupaten Bitung yang menunjukkan masih ada sekitar 8.000-an KPM belum transaksi. Mensos kembali mengingatkan, di antara ribuan KPM masih terdapat KPM BPNT yang belum dapat mencairkan dana bantuan sejak bulan Juli 2020.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network