Pasutri warga Lembang Jadi Korban Praktik Perdagangan Manusia

- 1 Juli 2020, 12:18 WIB

GALAMEDIA - Sepasang suami istri asal Kampung Pasir Luyu RT 05/RW 07, Desa/Kecamatan Lembang,  Kabupaten Bandung Barat yang dijanjikan bekerja  di perkebunan  malah tinggal di sebuah penampungan selama berbulan-bulan. Diduga keduanya menjadi korban praktik perdagangan manusia.

Pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Peneropongan Bintang Lembang  ini bernama Dadan dan Rumnengsih. Mereka berangkat ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Februari 2020 lalu.

Keduanya dijanjikan pekerjaan di perkebunan oleh sebuah perusahaan jasa penyalur tenaga kerja di Semarang, Jawa Tengah. Namun selama hampir lima bulan tinggal di penampungan tak kunjung disalurkan ke tempat kerja seperti yang dijanjikan.

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Polisi, Anak Sekda Karawang Akui Konsumsi Narkoba

"Karena terlalu lama tinggal di penampungan, Dadan mengadukan persoalan tersebut kepada aparat  pemerintah. Akhirnya tim dari Jawa Barat datang ke sana dan membawa mereka kembali pulang,"  kata  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat Iing Solihin melalui Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sutrisno di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat,  Jalan Kolmas,  Kota Cimahi, Rabu, 1 Juli 2020.

Ia mengakui, sampai sekarang pihaknya belum dapat mengorek informasi secara mendetail karena pasangan suami istri ini harus menjalani swab test.

"Dugaan sementara,  Dadan dan istrinya menjadi korban perdagangan manusia. Mengenai keduanya akan dipekerjakan dimana, apakah di Kalimantan atau Malaysia, inilah yang sedang kami dalami," tuturnya.

Baca Juga: Peringatan HUT Bhayangkara di Cimahi Dilakukan Secara Virtual

Sutrisno menambahkan, pasangan suami ini untuk sementara ditampung di BPSDM Jawa Barat.  Meski sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif Covid-19, namun tetap harus melakukan swab test.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X