Memanas di Laut China Selatan, Indonesia Bakal Pertahankan Mati-matian Perairan Natuna

- 22 Oktober 2020, 19:32 WIB
Retno Marsudi.* /Humas Kemenlu RI


GALAMEDIA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan Indonesia akan terus melindungi perairan Natuna seiring peningkatan suhu konflik di Laut China Selatan (LCS) beberapa bulan terakhir ini.
 
RIndonesia dan negara-negara di Asia Tenggara telah sepakat menolak berbagai klaim maritim di wilayah perairan tersebut.
 
"Selama pandemi, Indonesia terus melindungi perairan Natuna dari sarang konflik LCS," ujar Retno saat dalam konferensi pers virtual Kamis 22 Oktober 2020.

"Selain melalui penegakan hukum yang konsisten, Indonesia bersama dengan negara ASEAN lainnya telah mencatatkan posisi yang tegas tentang penolakan atas klaim-klaim maritim yang bertentangan dengan UNCLOS 1982 melalui korespondensi diplomatik ke Komisi PBB tentang batas landas kontinen," ujarnya.

Baca Juga: Asyik Akhir 2020, Tike Pesawat Jadi Murah di 13 Bandara Ini
 
Retno menuturkan, dalam isu kedaulatan, diplomasi bekerja untuk mencegah dan memagari tindakan yang dapat merugikan keutuhan wilayah NKRI.
 
Dalam satu tahun terakhir, Retno menyebutkan bahwa Indonesia telah melakukan perundingan dengan Vietnam, Malaysia, dan Palau sebanyak 13 kali.
 
"Sudah terdapat kemajuan pada perundingan teritorial dengan Malaysia yang saat ini sudah dalam tahap finalisasi pada tim teknis," kata Retno.
 
Melalui kesempatan tersebut, Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia berusaha menjalin komunikasi yang berkelanjutan dengan negara-negara Pasifik dengan mengedepankan penghormatan pada keutuhan wilayah, integritas, dan kedaulatan asing.

Baca Juga: Hanya Naikan Utang dan Penangkapan Aktivis Kritis, Setahun Pemerintahan Jokowi Ambyar

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik setelah Beijing mengklaim hampir 90 persen wilayah di perairan itu.

Klaim China tersebut tumpang tindih dengan wilayah perairan dan ZEE sejumlah negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

Sementara itu, Indonesia menegaskan tidak memiliki sengketa dengan China di Laut China Selatan. Namun, aktivitas sejumlah kapal ikan dan patroli China di ZEE Indonesia di sekitar Natuna semakin membuat khawatir Jakarta.***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X