Buntut Prank Rp2 Triliun, Kapolda Sumatera Selatan Diperika Mabes Polri

4 Agustus 2021, 20:12 WIB
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri. /


GALAMEDIA - Buntut prank sumbangan Rp2 triliun anak bungi Akidi Tio, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri bakal menjalani pemeriksaan dari penyidik Mabes Polri.

Hal tersebut diungkapkan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan pada acara konferensi pers, Rabu, 4 Agustus 2021.

Disebutkan, pihaknya bakal memeriksa Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri terkait peristiwa itu.

sebelumnya Irjen Eko dalam sebuah kegiatan seremonial di lingkungan Polda Sumsel menerima secara simbolis rencana sumbangan Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio untuk membantu penanggulangan Covid-19.

"Berkaitan dengan Kapolda Sumatera Selatan, Mabes Polri sudah mengirimkan tim internal," kata Argo.

Baca Juga: Pria Coba Bunuh Diri Diduga Gara-gara Kecewa PPKM, Wali Kota Bandung: Menyesalkan dan Prihatin

Dia mengatakan, penyelidikan internal itu akan melibatkan pihak dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Argo memaparkan hingga saat ini proses pemeriksaan internal terhadap jajaran Polda Sumsel tersebut masih dilakukan saat konferensi pers tersebut berlangsung.

"Tentunya ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana dan itu adalah ranah daripada klarifikasi internal. Kita tunggu saja hasil daripada kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal dari Mabes Polri," jelasnya lagi.

Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pengiriman uang sumbangan senilai Rp2 triliun yang akan digunakan sebagai bantuan penanganan Covid-19 di Sumsel.

Belum dapat dipastikan bahwa anak bungsu almarhum, Heriyanty benar-benar menipu. Namun, berdasarkan sejumlah temuan kepolisian sejauh ini memang sumbangan tersebut patut diragukan.

Baca Juga: Akidi ‘Prank of The Year’, Jokowi ‘Prank of The Century’, Jejak Digital Sekretariat Kabinet Jadi Sorotan

Polisi meyakini, hingga Selasa, 3 Agustus 2021 kemarin belum ada saldo yang cukup di rekening giro milik Heriyanty untuk mentransfer uang sebesar Rp2 triliun. Temuan serupa juga didapatkan oleh PPATK.

"Kita mendapatkan klarifikasi dari pihak bank, bahwa saldo yang ada di rekening tersebut saldonya tidak cukup. Jadi di rekening giro tersebut tidak cukup saldonya. Itu yang pertama," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, kemarin.

Heriyanti saat ini belum berstatus sebagai tersangka dalam kasus pidana apapun. Dirinya masih akan menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel.***

Editor: Dicky Aditya

Tags

Terkini

Terpopuler