Langka dan Pertama Dalam Sejarah Gurun Sahara Dilanda Badai Salju, Fenomena Aneh Dimulai 18 Februari 1979

- 18 Februari 2022, 07:25 WIB
Ain Sefra di Gurun Sahara yang biasanya tandus tiba-tiba diselimuti salju. Langka dan pertama dalam sejarah Gurun Sahara dilanda badai salju, fenomena aneh dimulai 18 Februari 1979..
Ain Sefra di Gurun Sahara yang biasanya tandus tiba-tiba diselimuti salju. Langka dan pertama dalam sejarah Gurun Sahara dilanda badai salju, fenomena aneh dimulai 18 Februari 1979.. /Karim Bouchetata/Facebook /Karim Bouchetata/Facebook

GALAMEDIA - Langka dan menjadi yang pertama dalam sejarah, Gurun Sahara di Aljazair mendadak dilanda badai salju yang menghentikan aktivitas lalu lintas.

Fenomena aneh yang melanda Gurun Sahara tersebut dimulai pada 18 Februari 1979.

Menurut catatan, fenomena ini setelah tahun 1979, kemudian sudah sebanyak tiga kali terjadi selama rentang 42 tahun.

Peristiwa kedua terjadi pada 2017, kemudian 2018, dan terakhir tahun 2021 lalu.

Gurun Sahara sendiri merupakan nama sebuah padang pasir terbesar di dunia. Turunnya salju di gurun tersebut memang merupakan hal yang langka.

Nama "Sahara" diambil dari bahasa Arab yang berarti "padang pasir".

Baca Juga: Tsunami Raksasa 80 Meter Menyapu Pulau Ambon dan Pulau Seram, Ribuan Orang Tewas, Sejarah 17 Februari

Dikutip dari berbagai sumber, Sahara terletak di utara Afrika dan berusia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari Samudra Atlantik ke Laut Merah.

Dari Laut Tengah di utara sampai ke Sahel di sebelah selatan. Dari Mauritania di sebelah barat ke Mesir di sebelah timur.

Padang pasir ini membagi benua Afrika menjadi Afrika Utara dan Afrika "yang sejatinya".

Kedua bagian benua ini sangat berbeda, baik secara iklim maupun budaya. Luas padang pasir ini sekitar 9.000.000 km2.

Selain turunnya salju di Gurun Sahara, tanggal 18 Februari juga mencatat sejumlah peristiwa penting terjadi dari tahun ke tahun.

Bahkan, tak sedikit dari peristiwa itu menjadi catatan sejarah penting bagi perjalanan hidup manusia dan sampai harus menelan korban jiwa.

Berikut sejumlah peristiwa penting di tanggal 18 Februari, yang dirangkum Galamedia dari berbagai sumber:

Baca Juga: Terjadi Kerusuhan Antaretnis di Kalimantan, Lebih dari 500 Orang Meninggal Dunia, Sejarah 18 Februari

1478
Pangeran Clarence Inggris, George, dihukum mati secara tertutup di Menara London, Inggris karena dianggap berkhianat kepada sang raja, Edward IV.

George adalah adik kandung dari Edward IV yang juga mempunyai peran besar dalam kepemimpinan raja Inggris Raya.

1745
Kota Surakarta didirikan di tepi Bengawan Solo dan menjadi ibu kota Kasunanan Surakarta.

1930
Seorang astronom asal Amerika Serikat (AS), Clyde William Tombaugh, menemukan sebuah planet baru dalam sistem tata surya melalui observatoriumnya di Arizona, AS.

Planet itu lantas diberi nama Pluto yang diusulkan oleh Venetia Burney, seorang gadis murid sekolah inggris yang kala itu berusia 11 tahun.

Usul ini terpilih dari sekian banyak nama lainnya karena nama itu sesuai dengan nama dewa Romawi dari dunia bawah.

1977
Uji Pesawat ulang-alik Enterprise dilakukan dalam "penerbangan" perdananya di atas Boeing 747.

2001
Terjadi kerusuhan antaretnis di Kalimantan Tengah, yang melibatkan dua kelompok.

Lebih dari 500 orang meninggal dunia akibat kerusuhan antaretnis tersebut.

Baca Juga: Duet Anies Baswedan-Ridwan Kamil di Pilpres 2024 Ditertawakan, Fahri Hamzah: Dua-duanya Gak Punya Fulus

Kerusuhan antaretnis itu kemudian dikenal dengan konflik Sampit. Berawal pada Februari 2001, kerusuhan berlangsung hampir sepanjang tahun.

Konflik ini dimulai Ki kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya.

Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura.

Dikutip dari berbagai sumber, konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.

Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.

Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

Skala pembantaian membuat militer dan polisi sulit mengontrol situasi di Kalimantan Tengah. Pasukan bantuan dikirim untuk membantu pasukan yang sudah ditempatkan di provinsi ini.

Pada 18 Februari, suku Dayak berhasil menguasai Sampit. Polisi menahan seorang pejabat lokal yang diduga sebagai salah satu otak pelaku di belakang serangan ini.

Orang yang ditahan tersebut diduga membayar enam orang untuk memprovokasi kerusuhan di Sampit. Polisi juga menahan sejumlah perusuh setelah pembantaian pertama.

Kemudian, ribuan warga Dayak mengepung kantor polisi di Palangkaraya sambil meminta pelepasan para tahanan.

Baca Juga: Dua Pekan Terakhir Februari ini Bansos Harus Sudah Tersalurkan, Menko PMK Minta TNI Polri Lakukan Pengawalan

Polisi memenuhi permintaan ini dan pada 28 Februari, militer berhasil membubarkan massa Dayak dari jalanan, namun kerusuhan sporadis terus berlanjut sepanjang tahun.

2003
Kebakaran di sebuah stasiun angkutan cepat di Korea Selatan menewaskan 198 orang.

2005
Dua wartawan Indonesia diculik dan disandera oleh kelompok bersenjata di Irak.

Dua wartawan itu berasal dari salah satu televisi swasta. Keduanya yaitu Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto.

Meutya Hafid dan Budiyanto menjadi korban penculikan dan disandera saat bertugas, pada 18 Februari 2005 lalu.

Penyandera menganggap kedatangan kedua wartawan tersebut merupakan utusan pemerintah Indonesia untuk ikut campur dalam kepentingan politik yang saat itu sedang terjadi.

Dikutip dari berbagai sumber, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika itu langsung mengklarifikasi bahwa kedua jurnalis sedang menjalankan tugas yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepentingan politik.

SBY pun pada akhirnya meminta Brigade Mujahiddin di Irak untuk membebaskan wartawan tersebut.

Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Peristiwa itu pun Meutya abadikan dalam sebuah buku "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak".***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah