Nama Mahfud MD, Yasonna Laoly, Kapolri dan Kepala BIN Dicatut Dalam Kasus Isu Kudeta

- 24 Februari 2021, 21:22 WIB
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). /Instagram @sb.yudhoyono


GALAMEDIA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan sejumlah nama petinggi di tanah air dicatut terkait isu kudeta.

Disebutkan, ada beberapa nama yang diyakini dicatut, yakni di antaranya Menko Polhukam Mahfud Md dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

"Sementara itu saya juga punya keyakinan bahwa nama Menko Polhukam Profesor Mahfud dan Menkum HAM Yasonna juga dicatut namanya. Demikian juga nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan KaBIN (Kepala BIN) Jenderal Budi Gunawan yang juga disebut-sebut namanya," kata SBY dalam sebuah video saat memberikan arahan kepada seluruh kader Partai Demokrat di Indonesia, Rabu, 24 Februari 2021.

Baca Juga: Jubir Prabowo Soal Banjir Jakarta, Dahnil: Momen Puaskan Kebencian ke Anies, Menggeser Empati Jadi Ejekan

SBY menyebut Partai Demokrat menyakini nama-nama di atas memiliki integritas. Mantan Ketum PD itu juga meyakini mereka tidak memiliki kepentingan dengan PD.

"Partai Demokrat tetap percaya bahwa para pejabat tersebut memiliki integritas, betul tidak tahu-menahu dan tidak masuk di akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat," sebut SBY.

Seperti diketahui, terkait isu kudeta Demokrat, ada satu pejabat pemerintahan yang disebut-sebut terlibat. Pejabat dimaksud adalah Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Baca Juga: Film Bollywood yang Populer dan Bikin Kamu Nostalgia

SBY meyakini apa yang dilakukan Moeldoko tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden ke-6 RI itu justru meyakini bahwa yang dilakukan Moeldoko sangat mengganggu Presiden Jokowi.

"Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu," tutur SBY.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X