Megawati Minta Nadiem Luruskan Sejarah Tahun 1965, Rocky Gerung: Ini Diselesaikan di Tingkat Internasional

- 22 April 2021, 08:59 WIB
Rocky Gerung
Rocky Gerung /YouTube Rocky Gerung Official

GALAMEDIAMegawati Soekarnoputri selaku presiden kelima RI meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk meluruskan sejarah peristiwa pembantaian orang-orang yang dituduh komunis tahun 1965.

Tentu hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat sampai politikus. Salah satunya, Rocky Gerung seorang pengamat politik terkenal.

Melalui Youtube Rocky Gerung Official berjudul “GAWAT! MEGAWATI MINTA MENTERI NADIEM LURUSKAN SEJARAH PEMBERONTAKAN G30S PKI” ia menyampaikan pandangannya terkait masalah ini.

Baca Juga: Disebut Kementerian Era Jokowi Buat Dosen Jadi Bodoh, Refly Harun: Jangan Jadikan Kampus Tempat Cari Dukungan

Menurut Rocky catatan mengenai sejarah, hukuman, dan lainnya mengenai komunisme di masa lalu itu ada di Istana Negara.

“Catatan-catatan itu sudah ada di pemerintahan tuh, dulu juga dibuatkan oleh Gus Dur, SBY, jadi semua file itu ada di dalam Istana Presiden, tinggal dicari aja kan sampai di mana status pengungkapan kejahatan kemanusiaan di masa lalu,” ucap Rocky.

Megawati seharusnya tahu di mana letak catatan ini sehingga tak perlu meminta Nadiem untuk meluruskan sejarah peristiwa komunis tahun 1965. “Ibu Mega tentu tahu ada di mana, jadi saya kira enggak perlu mintain Nadiem untuk lakukan itu,” tandasnya.

Baca Juga: Takut Sama Jokowi, Nadiem Berlindung ke Megawati, Refly: Bisa Jadi yang Mengincar Itu Muhammadiyah

Rocky menilai bahwa permasalahan mengenai komunis ini masih samar-samar. “Dan itu juga berat sekali karena persaingan sampai saat ini justru kekelabuan, dibuat kelabu, dibuat kelabu artinya samar-samar, karena banyak hal yang bisa terseret dalam perdebatan itu (komunis),” imbuh Rocky.

Untuk masalah ini seharusnya diselesaikan di tingkat internasional karena permasalahan ini bukan sekedar di Indonesia, Rocky memaparkan.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X