Ibadah Haji Tahun Ini Tetap Digelar dengan Jumlah Jemaah Terbatas

- 23 Juni 2020, 06:43 WIB
Ilustrasi ibadah haji/dok
Ilustrasi ibadah haji/dok /labbaik.id

GALAMEDIA - Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengeluarkan keputusan terkait dengan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ibadah sebagai rukun Islam ke lima ini ditetapkan hanya boleh diikuti oleh jumlah jemaah yang terbatas.

Selain terbatas, mereka yang beribadah haji tahun ini juga harus benar-benar sudah berada di dalam negeri. Artinya, mereka yang datang dari luar Arab Saudi tak diperbolehkan untuk berhaji.

Meski berasal dari berbagai negara, selama mereka sudah berada di dalam negeri Arab Saudi, diperbolehkan beribadah haji. Aturan ini diterapkan dengan tetap menjalankan langkah-langkah menjaga jarak.

Baca Juga: Ini Dia Lokasi SIM Keliling Kota Bandung, Selasa 23 Juni 2020

Pemerintah Arab Saudi mengambil keputusan sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di seluruh dunia. Di sisi lain, kurangnya vaksin dan kesulitan menjaga jarak sosial di antara sejumlah besar pengunjung Masjidil Haram yang datang dari luar negeri, menjadi alasan lain.

Demikian Kantor Berita Negara Arab Saudi melaporkan, seperti dikutip kembali dari Antara.

"Keputusan ini diambil untuk memastikan pelaksanaan haji dilakukan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan masyarakat," begitu bunyi pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

"Kami akan mengamati semua tindakan pencegahan dan protokol jaga jarak demi melindungi manusia dari risiko pandemi dan sesuai dengan ajaran Islam dalam melestarikan kehidupan manusia," sambung penyataan itu.

Baca Juga: Korupsi Pengadaan RTH, Banggar Tak Bahas Detail Penambahan Anggaran

Seperti diketahui, jumlah kasus virus Corona di Tanah Suci itu telah melebihi 160.000, dengan 1.307 kematian. Menyusul peningkatan kasus infeksi baru selama dua minggu terakhir.

Sekitar 2,5 juta peziarah biasanya mengunjungi situs-situs Islam paling suci di Mekkah dan Madinah selama pelaksanaan ibadah haji.

Data resmi menunjukkan negara yang dipimpin Raja Salman ini menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS setahun dari haji dan umrah.

Baca Juga: Dibanjiri Hadiah Ulang Tahun, Lee Min Ho Tak Mampu Tiup Lilin

Kerajaan setempat menghentikan penerbangan penumpang internasional pada bulan Maret dan meminta umat muslim pada bulan Maret untuk menunda rencana haji sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kedatangan internasional untuk jamaah umrah juga telah ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Awal bulan ini, Malaysia dan Indonesia sama-sama melarang warganya melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk ibadah haji, dengan alasan kekhawatiran akan virus Corona. ***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x