Hanya Tiga Menteri Bisa Bertahan, Ini Pandangan Ekonom Soal Reshuffle Kabinet

- 5 Juli 2020, 09:20 WIB
Jokowi sebut Reshuffle kabinet dalam rapat terbatas. /

GALAMEDIA - Dalam rekaman video pada Sidang Kabinet Paripurna Ahad (18/6/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melontarkan ancaman akan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) kepada menteri yang kinerjanya tidak memuaskan.

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan, untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa juga reshuffle," kata Jokowi.

Terlepas dari apakah ancaman tersebut akan direalisasikan atau tidak, sejumlah pengamat meminta Jokowi untuk mengangkat sosok profesional di bidangnya yang terlepas dari unsur politis seandainya reshuffle benar-benar dilakukan.

Baca Juga: Seorang Petugas Kebun Binatang Tewas Diterkam Harimau Siberia

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, kehadiran kabinet yang profesional dibutuhkan di tengah situasi krisis pandemi virus corona saat ini.

"Bukan berasal dari kalangan politik. Kan masih banyak birokrat handal atau akademisi yang punya integritas menduduki pos tim ekonomi. Jangan sampai reshuffle tapi hasilnya sama saja," kata Bhima, Ahad (5/7/2020).

Menurutnya, reshuffle mungkin saja dibutuhkan lantaran adanya desakan untuk perbaikan realisasi stimulus agar cepat dirasakan oleh para pelaku usaha. "Ini yang harus dijawab dengan reshuffle kabinet," ujar Bhima.

Baca Juga: Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri Fix Cair Tahun ini, di Bulan Apa ya?

Namun demikian, ia menolak untuk memberikan nama siapa saja profesional yang laik diangkat menjadi menteri.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X