Dilarang Bagi Bumil Untuk Mengonsumsi Makanan Setengah Matang, Ini Penjelasannya

- 30 Oktober 2020, 16:20 WIB
Ilustrasi ibu hamil. /PEXELS/Leah Kelley


GALAMEDIA - Ada beberap pontangan makanan bagi ibu hamil. Salah satunya makanan setengah matang. Sebenarnya, kenapa, sih, ibu hamil dilarang mengonsumsi makanan setengah matang?

Saat hamil, seperti dikutip galamedia dari laman alodokter, segala yang Bumil konsumsi dapat memengaruhi tumbuh kembang janin. Jadi, Bumil sangat dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang masuk ke tubuh agar terhindar dari komplikasi kehamilan yang bisa mengancam nyawa Bumil dan janin.

Bila sebelum hamil Bumil gemar mengonsumsi makanan setengah matang, seperti steik dengan tingkat kematangan raw atau medium raw, telur setengah matang atau ¾ matang, dan sushi dengan salmon mentah, Bumil sebaiknya tidak mengonsumsi makanan tersebut selama hamil, ya.

Baca Juga: Dijuluki Brooke Shields dari Kuwait, Siksa Mantan Influencer Berparas Menawan Ini Diburu Aparat

Larangan ini bukan tanpa alasan, lho. Makanan setengah matang atau mentah dianggap berbahaya untuk ibu hamil karena umumnya mengandung bakteri Salmonella dan Listeria.

Sebenarnya kedua jenis bakteri ini bisa mati ketika dimasak hingga matang. Akan tetapi, bakteri-bakteri ini akan tetap ada dan hidup pada makanan mentah atau setengah matang. Jadi, sangat penting bagi Bumil untuk memastikan tingkat kematangan makanan sebelum mengonsumsinya.

Selain kedua jenis bakteri tersebut, parasit seperti Toxoplasma gondii pun bisa tetap hidup pada makanan setengah matang. Bila parasit ini tertelan, maka Bumil berisiko mengalami infeksi toksoplasmosis.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Bakal Evaluasi Seluruh Sistem Drainase

Kondisi ini akan berdampak pada kesehatan janin, karena bisa menghambat perkembangannya. Bahkan pada kasus yang berat, infeksi ini juga dapat menyebabkan keguguran atau kematian janin dalam kandungan (stillbirth).

Selain makanan hewani seperti yang telah disebut di atas, sayuran berkecambah, seperti tauge, juga sangat tidak dianjurkan dikonsumsi dalam keadaan setengah matang, apalagi mentah. Hal ini karena bukaan cangkang kecambah bisa menjadi tempat bakteri Salmonella, E. Coli, dan Listeria untuk berkembang biak.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X