Pengamat Hukum Internasional: Melihat Komandan Oposisi, Jokowi Layak Jadi Presiden Seumur Hidup

13 September 2021, 10:10 WIB
Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah dibela Pengamat Hukum Internasional Hasmi Bakhtiar. /Twitter/@Fahrihamzah

GALAMEDIA - Pengamat Hukum Internasional Hasmi Bakhtiar menyatakan Presiden Joko Wododo layak menjadi presiden seumur hidup.

Pernyataan itu dilontarkannya melalui akun Twitter @hasmibakhtiar dikutip Galamedia, Senin, 13 September 2021, karena jengkel atas prilaku 'komandan' oposisi dari kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Diajakin Fahri (Fahri Hamzah) duel di pengadilan panas dingin, sindir di TL. Di parlemen mati gaya, lari lagi ke TL," cuit lulusan University of Lille di Prancis ini.

"Melihat komandan oposisi begini sebenarnya pak Jokowi layak seumur hidup," lanjutnya, seraya menyematkan emoticon kucing tertawa.

Cuitan tersebut sebagai respons Hasmi terkait cuitan politisi PKS yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW).

Baca Juga: Jokowi Disebut Pantas Mendekam di Bui, Ferdinand Hutahaean: Tak Laku di Masyarakat, Kasihan Rizal Ramli

Cuitan HNW meski menyinggung soal Cristiano Ronaldo terkesan menyindir Fahri Hamzah. Beberapa hari ini Fahri terus gencar menyatakan pihak oposisi pemerintah pengecut.

"Ronaldo datang, Ronaldo&MU menang. Debutan tapi langsung 2 goal&raih Man of the Match! Ronaldo pesebakbola teladan, pindah2 klub, tapi hadirkan prestasi&juara. Dia pemain yg focus dg klub barunya&tak buang waktu dg mencerca klub lama yg telah berjasa unt dirinya.Bravo
@Cristiano," cuit HNW.

Hasmi Bakhtiar menilai HNW bersama politisi PKS lainnya telah melakukan perampasan atas hak Fahri Hamzah.

"Dari awal jelas yang dilakukan HNW cs adalah perampasan atas hak Fahri. Tapi wajar namanya manusia punya ambisi," ujarnya lagi.

"Yang memalukan ketika pengadilan memenangkan Fahri di semua level tapi HNW cs tetap mangkir, padahal Habib Salim sebelumnya berjanji taat apapun keputusan pengadilan," katanya.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 13 September 2021: Teka-teki Mulai Terungkap, Mama Rosa Ingat Sesuatu di Masa Lalu

"Hak bersaudara, yang berhubungan dg Fahri 'digentayangin'. Hak berpolitik, Fahri dipaksa meninggalkan jabatan yang dipilih langsung oleh rakyat," ujarnya.

"Setelah kalah di pengadilan, HNW cs tetap mangkir. Kemudian dibangun narasi di internal seakan tidak wajib taat pd hukum negara. Sakit," tandasnya.***

Editor: Dicky Aditya

Tags

Terkini

Terpopuler