Pengamat: Cak Imin Harus Keluar dari Koalisi Pemerintahan Jokowi, Kalau Ingin Mulus Jadi Capres di 2024

- 17 Oktober 2021, 20:55 WIB
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.*
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.* //dpr.go.id//

 

GALAMEDIA – Nama Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi salah satu tokoh yang berpotensi masuk sebagai calon presiden / calon wakil presiden di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Namun, Cak Imin dinilai perlu keluar dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika betul-betul serius ingin menjadi kandidat di 2024.

Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Universitas Nasional (UNAS), Andi Yusran.

Menurut pandangan Andi, saat ini kelompok koalisi pemerintahan seperti sudah selesai dengan mengkawinkan Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

"Satu-satunya jalan bagi Cak Imin jika ingin maju sebagai capres atau cawapres, ia harus berani keluar dari koalisi penerintah,” ujarnya pada wartawan Minggu, 17 Oktober 2021.

Setelah keluar dari koalisi pemerintahan, Andi mengusulkan agar Cak Imin memuluskan hajat politiknya sebagai kandidat di 2024 dengan merapat ke partai non koalisi, seperti PKS hingga Demokrat.

Baca Juga: Final Piala Thomas 2020: Indonesia Buka Peluang Juara, Fajar Alfian-M Rian Ardianto Tundukkan Pasangan China

Lebih jauh, dia berpandangan, bila pilihan tersebut dilakukan Cak Imin, maka kendala yang memberatkan cita-cita politiknya sebagai kandidat adalah pendukung fanatik koalisi pemerintah saat ini akan menolak sosok Wakil Ketua DPR RI itu.

"Inipun berat karena pendukung fanatik koalisi pemerintah akan menjatuhkan ‘talak tiga’ ke Cak Imin. Sementara pemilih ideologis kontra (koalisi) pemerintah sulit memaafkan ‘masa lalu’ Cak Imin sebagai elite pendukung ‘rezim’ pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan bahwa pasangan Cak Imin dan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto bisa menjadi kuda hitam di Pilpres 2024.

“Soal apakah nantinya antara Golkar dan PKB berkoalisi atau tidak itu soal lain. Yang penting saling mendekati satu sama lain, saling mencari kecocokan, agar komunikasi ke depannya enak dan mudah,” kata Ujang Sabtu, 25 September 2021 lalu.

Baca Juga: Rocky Gerung: Habib Rizieq, Nama yang Buat Istana Susah Tidur Karena ada Sumbu Politik Baru!

Ujang menyebutkan, jika koalisi antara Airlangga-Cak Imin bisa saja menjadi kuda hitam dan menang dalam Pilpres 2024. Namun kuncinya, ketua umum kedua partai itu memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Agar bisa bersaing dengan capres dan cawapres yang lain," imbuhnya.***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x