Untuk Sukseskan MotoGP Sirkuit Mandalika 2022, Ribuan Kader NU Gelar Doa Bersama

- 5 Desember 2021, 17:03 WIB
Para kader NU saat acara Selatda di Kuta Mandalika Lombok Tengah, Minggu (5/12/2021)
Para kader NU saat acara Selatda di Kuta Mandalika Lombok Tengah, Minggu (5/12/2021) /ANTARA/

 

GALAMEDIA - Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) dari 18 Provinsi di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat, menggelar istighosah atau doa bersama agar negara diberikan keselamatan dari COVID-19 dan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika Tahun 2022 bejalan aman dan lancar.

"Lombok Tengah saat ini menjadi perhatian dunia dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ajang MotoGP serta Wolrd Superbike (WSBK) Sirkuit Mandalika," kata instruktur pusat Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) KH Adnan Anwar, saat acara Silaturahmi Daerah (Silatda) dan Apel Penggerak Kader NU se NTB di Kuta, Praya, Lombok Tengah, Minggu, 5 Desember 2021.

Ia mengatakan, kegiatan Silatda dan Apel lenggerak Kader NU dilakukan di Lombok Tengah, karena sirkuit kelas dunia ada daerah itu, banyak alasan strategis dan secara geopolitik Lombok Tengah menjadi pusat perhatian dunia.

"Dengan harapan dengan jadi pusat perhatian, maka kebangkitan NU dimulai dari tempat yang menjadi perhatian dunia," kata staf khusus saat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjabat presiden itu.

Baca Juga: Badan Geologi Ungkap Ancaman Khas dari Gunung Semeru

Dia menyakini Kabupaten Lombok Tengah akan menjadi kiblat perhatian dunia dan daerah itu memiliki pertalian kuat dengan ulama.

Dalam konteks perubahan, NU harus menjadi fa'il (aktor) dengan berbaris, apel dan menjadi kekuatan negara. Sebagai aktor kebangkitan, maka kader NU harus menjunjung tinggi harkat martabat NU.

"Lombok Tengah telah menjadi daerah king of player, maka harus dijaga dengan berdoa, istigatsah, melakukan pengamanan pagar secara spiritual," katanya.

Ia mengatakan, Lombok Tengah selama ini dianggap sebagai kota budaya Islam, maka predikat itu jangan sampai terkikis oleh perubahan kota seluruh Indonesia. "Jangan sampai menghilangkan kultur faham ahlussunah waljamaah (aswaja), oleh peradaban global yang nanti akan masuk secara cepat," katanya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network