Arist Merdeka Sirait: Hanya di Indonesia yang Masih Menggunakan Kemasan Berbahaya Mengandung BPA

- 18 Mei 2022, 13:37 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait./dok.istimewa
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait./dok.istimewa /

GALAMEDIA - Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait kembali mencermati upaya penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas labelisasi guna ulang.

Pihaknya mensinyalir ada laporan dari industri atau asosiasi yang berusaha menghambat dan mengintervensi rancangan Perubahan Kedua atas Perka No 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan.

"Saya mencermati adanya upaya dari industri atau asosiasi yang tetap ingin pelabelan informasi BPA tidak jadi disahkan,” ujar Arist Merdeka Sirait, kepada wartawan di Jakarta, Selasa 17 Mei 2022.

Baca Juga: Ikatan Cinta Hari Ini 18 Mei 2022: Elsa dan Mama Sarah Rencanakan Balas Dendam ke Andin

Arist menegaskan ada pihak yang mencoba menyudutkan BPOM melalui laporan kepada KPPU dengan pengalihan bahwa masalah BPA merupakan persaingan usaha.

“Padahal rancangan Perubahan Kedua atas Perka BPOM No 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan ini benar-benar bertujuan untuk perlindungan kesehatan anak-anak Indonesia," ungkapnya.

Arist geram bahkan merasa dilecehkan. Bagaimana tidak, upaya Komnas Perlindungan Anak melindungi anak-anak Indonesia agar hidup dan berkembang dengan sehat seperti anak-anak lain yang hidup di negara maju mendapat hambatan.

Baca Juga: Penampilan Baru Arya Saloka Jadi Sorotan, Berantakan dan Seperti Tidak Diurus

Secara tegas Arist mengatakan, jika langkah BPOM dianggap menguntungkan satu pihak, maka jelas pernyataan tersebut melukai anak-anak Indonesia. Sejak awal, kata Arist, Komnas Perlindungan Anak Indonesia telah memperjuangkan masalah ini.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x