Kelompok Khilafatul Muslimin Kota Cimahi dan KBB Meminta Maaf, Kembali ke Pangkuan NKRI

- 23 Juni 2022, 19:45 WIB
Anggota kelompok Khilafatul Muslimin  mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis (23/6).
Anggota kelompok Khilafatul Muslimin mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis (23/6). /Laksmi Sri Sundari/Galamedia/
GALAMEDIA - Anggota kelompok Khilafatul Muslimin di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Deklarasi berlangsung di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Kamis  23 Juni 2022.  Ada sekitar 37 orang anggota Khilafatul Muslimin yang menghadiri deklarasi tersebut.
 
Kembalinya mereka ke dalam ideologi Pancasila ditandai dengan membacakan ikrar janji setia, yang kemudian diikuti dengan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), dan diakhiri dengan melepaskan atribut Khilafatul Muslimin, serta membacakan Salawat.
 
 
"Kami ingin kembali ke pangkuan Pancasila, dan bisa kembali kepada wawasan kebangsaan. Oleh karenanya, mohon bimbingan dan arahan agar tidak kembali ke jalan yang salah," kata Ade Efendi, salah seorang tokoh Khilafatul Muslimin.
 
Dalam kesempatan tersebut, ia mewakili para anggota lainnya meminta maaf jika selama ini aktivitas Khilafatul Muslimin membuat gaduh di kalangan masyarakat.
 
"Kepada seluruh masyarakat dan seluruh pihak, kami memohon maaf dalam kegiatan kami yang merasa terganggu dan terusik," katanya.
 
 
Kembalinya Khilafatul Muslimin ke pangkuan NKRI disambut para tokoh di Kota Cimahi dan KBB. Di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
 
"Alhamdulillah kita melaksanakan deklarasi dari keluarga kita, sodara kita Khilafatul Muslimin yang kembali ke pangkuan ibu pertiwi," kata Ngatiyana.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana mengingatkan bahwa Pancasila adalah ideologi negara Indonesia, yang merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan.
 
 
"Ingat kita tidak dimiliki negara lain, Indonesia yang hanya memiliki keanekaragaman suku bangsa dan agama. Ini wajib menghargai para pahlawan yang telah menghadirkan Pancasila dengan pengorbanannya," tegas Ngatiyana.
 
Untuk itu, ia mengimbau ke depannya masyarakat tidak mudah terdoktrin terhadap ajakan-ajakan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Apalagi yang mengarah ke radikalisme dan terorisme.
 
"Terlebih, ibu-ibu yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba ikut-ikutan jalan yang salah, yang kena imbasnya adalah anak dan keturunan kita. Mungpung belum terlalu jauh, mari kembali ke Pancasila. Jangan mudah terpercaya, jangan mudah diiming-imingi hal-hal yang tidak jelas," imbuhnya.
 
 
Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan mengatakan, deklarasi ini harus disikapi dengan niat baik dan tulus untuk kembali ke jalan yang sesuai dengan NKRI. "Insya allah mereka bisa kembali lagi ke masyarakat dengan aman dan damai. Insya Allah Cimahi dan KBB aman dan tidak ada pihak-pihak yang terpancing," katanya.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x