Mulai Besok, Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik

- 30 Juni 2020, 19:07 WIB
WARGA menunjukan kartu BPJS Kesehatan miliknya di kantor BPJS Kesehatan cabang Bandung, Jln. PHH. Mustofa, Kota Bandung, Selasa (10/3/2020). Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 tentang Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan.

GALAMEDIA - Mulai Besok, 1 Juli 2020, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menaikkan iuran BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan) Kesehatan. Ini berlaku untuk iuran peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Seperti diketahui, kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berdasarkan beleid itu, iuran kepesertaan mandiri kelas I akan naik dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per peserta.

Baca Juga: Ini Dia Cara Memiliki Rekening Giropos untuk Posgiro Mobile

Sementara iuran mandiri kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per peserta per bulan. Sedangkan iuran Mandiri kelas III naik dari Rp25.500 per peserta per bulan menjadi Rp35 ribu per peserta per bulan.

Namun, peserta mandiri kelas III masih bisa menikmati tarif lama Rp25.500 per peserta per bulan karena ada bantuan subsidi dari pemerintah. Peserta kelas ini baru membayar penuh iuran sebesar Rp35 ribu mulai 1 Januari 2021.

"Sebesar Rp16.500 per orang per bulan dibayar oleh pemerintah pusat sebagai bantuan iuran kepada peserta PBPU dan peserta BP," ungkap Jokowi dalam beleid tersebut, dikutip Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Buruh Ngeluh Covid-19, Wagub Jabar: Warga Miskin Baru Berhak Bansos

Pada 2021, iuran kepesertaan kelas mandiri III sebenarnya mencapai Rp42 ribu per peserta per orang. Namun, pemerintah memberi subsidi lagi sebesar Rp7.000 per peserta per bulan.

Sebelumnya, Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020. Iuran yang berlaku yaitu, mandiri I Rp160 ribu, mandiri II Rp110 ribu, dan mandiri III Rp42 ribu per peserta per bulan. Hanya saja, pungutan iuran tersebut hanya berlaku selama Januari-Maret 2020.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X