Siapkan Anggaran Rp24 Miliar, Kemenparekraf Kembali Buka Pendaftaran BIP khusus Homestay

- 10 Juli 2020, 08:49 WIB
KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, H. Dedi Taufik menyerahkan pada salah seoang peserta workshop homestay di Homestay Bajuri Jln. Sersan Bajuri, Bandung, Kamis (20/6/2019). /ist

GALAMEDIA - Menyiapkan anggaran sebesar Rp 24 miliar, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali membuka pendaftaran Bantuan Insentif Pemerintah (BIP).

"Bantuan tersebut dikhususkan untuk sektor wisata homestay dan 13 jenis usaha pariwisata yang semua harus berada di lokasi desa wisata," ujar Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat 10 Juli 2020.

BIP merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2017, bertujuan memberikan tambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha yang berkecimpung dalam 6 (enam) subsektor ekonomi kreatif (aplikasi digital dan pengembangan permainan, fesyen, kriya, kuliner, dan film) dan sektor pariwisata.

Baca Juga: Ini Dia 13 Lokasi Layanan SIM Keliling di Wilayah DKI Jakarta

Setiap tahun penyelenggaraannya, BIP terus mengalami peningkatan jumlah penerima dan penyaluran dana. Tahun pertama penyelenggaraan, BIP diberikan kepada 34 penerima berasal dari 19 subsektor kuliner dan 15 Aplikasi Digital dan Pengembang Game (AGD) dengan total dana sebesar Rp5,26 miliar.

Sementara pada 2018, BIP disalurkan kepada 52 penerima (14 kuliner, 12 AGD, 13 fesyen, dan 13 kriya dengan total penyaluran dana sekitar Rp4,7 miliar. Di tahun lalu, BIP diberikan kepada 62 penerima dari 5 subsektor ekonomi kreatif yaitu kuliner, AGD, fesyen, kriya, dan film. Total penyaluran dana yang diberikan tahun lalu sebesar Rp5,8 miliar. Sedangkan pada tahun ini, penyaluran BIP dianggarkan sebesar Rp24 miliar.

Fadjar Hutomo mengatakan, meski anggaran yang diberikan semakin besar, Kemenparekraf/ Baparekraf tetap melakukan seleksi dan kurasi yang melibatkan praktisi berpengalaman. Pola pendekatan yang digunakan ke sumber pembiayaan mempertimbangkan pemberdayaan tenaga kerja kreatif yang bertalenta demi meningkatkan kapasitas usahanya dan menghasilkan lebih banyak produksi dan kualitas karya-karyanya.

Baca Juga: Wisatawan Indonesia Tidak Termasuk 13 Negara yang Dilarang Masuk ke Italia

"Dengan demikian diharapkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pelaku utama dapat memanfaatkan anggaran yang dialokasikan untuk kesinambungan kemajuan dan pengembangan usahanya," kata Fadjar.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X