Terkait Kepulangan Habib Rizieq, IPI Menduga Hanya Propaganda Politik

- 16 Oktober 2020, 18:58 WIB
Habib Rizieq Shihab. /dok PRMN

GALAMEDIA - Isu kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diduga sekadar mainan kelompok atau pendukungnya untuk membentuk opini. Terlebih, informasi kepulangan Rizieq juga dibumbui isu akan memimpin langsung revolusi di Tanah Air.

"Isu yang dibangun untuk membesarkan nama HRS untuk melegitimasi status imam besar yang selama ini dilekatkan pada HRS," jelas Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo  saat dihubungi, Jumat 16 Oktober 2020.

Menurut Karyono, jika dicermati, isu kepulangan Rizieq sudah berkali-kali digaungkan para pendukungnya, toh faktanya Rizieq tidak juga pulang. Tapi, paralel dengan itu, muncul opini pemerintah menghalang-halangi kepulangan Rizieq.

Baca Juga: PSSI Belum Pastikan Kapan Liga 1 Bakal Digelar, Ini Masalahnya

Hal ini mengafirmasi bahwa wacana kepulangan Rizieq sengaja diembuskan menjadi propaganda politik, semata-mata untuk memengaruhi opini publik.

"Tujuannya untuk membangun sentimen negatif terhadap pemerintah dan di saat yang sama terbangun sentimen positif HRS," ujarnya seperti dilansirkan Warta Ekonomi.

Pemerintah berkali-kali menegaskan tidak ada masalah jika Rizieq pulang ke Indonesia. Tetapi, lanjut Karyono, propaganda yang menyudutkan pemerintah soal kepulangannya belum surut.

Baca Juga: La Nina Mengintai dan Bisa Tingkatkan Angka Bencana Alam, Kota Bandung Siapkan Kelurahan Siaga

"Dengan propaganda seperti itu maka akan terbentuk persepsi negatif terhadap pemerintah. Di sisi lain, dibangun opini bahwa pemerintah melakukan kriminalisasi ulama," pungkas dia.***

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X