Didesak Diseret ke Pengadilan HAM, Polisi Sebut Penembakan 6 Laskar FPI Bukan Atas Perintah Atasan

- 10 Januari 2021, 14:21 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono memberikan keterangan mengenai temuan Komnas HAM dalam kasus penembakan 6 laskar FPI.
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono memberikan keterangan mengenai temuan Komnas HAM dalam kasus penembakan 6 laskar FPI. /Dok. Humas Polri


GALAMEDIA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek dipandang Komnas HAM sebagai peristiwa yang dilakukan oleh anggota polisi tanpa perintah atasan.

Sehingga rekomendasi yang diberikan pun tidak mengarah ke pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Menurut Komnas HAM penembakan yang dilakukan oleh Polri dilakukan oleh petugas lapangan dan tanpa perintah atasan, sehingga Komnas HAM merekomendasikan dibawa ke peradilan pidana sesuai UU No.39, bukan ke Pengadilan HAM menurut UU No.26," tutur Argo dilansir Sabtu 9 Januari 2021.

Selain itu, lanjutnya, Komnas HAM juga melihat adanya fakta bahwa terjadi baku tembak antara laskar FPI dengan petugas kepolisian. Artinya memang ada pihak laskar FPI yang membawa senjata api.

Baca Juga: Bikin Heboh, Seorang Penumpang Pesawat Curhat Pengalamannya Terbang saat Sriwijaya Air Jatuh

"Menurut Komnas HAM jelas bahwa laskar FPI membawa senjata yang jelas dilarang oleh UU. Terjadi tembak menembak dan benturan fisik karena laskar FPI melawan petugas," jelas dia.

Argo menegaskan, Polri akan bekerja profesional dalam mengusut kasus penembakan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek yang disebut Komnas HAM memiliki unsur melanggar HAM.

"Polri akan menindaklanjuti rekomendasi Komnas dengan melakukan penyelidikan atau pemeriksaan lebih lanjut," Argo menandaskan.

Sementara itu, Komnas HAM menyatakan bahwa kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek sebagai pelanggaran HAM.

Baca Juga: Dua KRI Tampung Serpihan Sriwijaya Air, dari Mulai Baling-baling hingga Moncong Pesawat

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X