Kasus Covid-19 Meningkat di 3 Kecamatan, Cimahi Masuk Zona Merah

- 13 Juni 2021, 20:37 WIB
Warga antusias mengikuti rapid tes antigen gratis yang digelar di Puskesmas Cimahi Selatan Jalan Baros, Ahad 13 Juni 2021.
Warga antusias mengikuti rapid tes antigen gratis yang digelar di Puskesmas Cimahi Selatan Jalan Baros, Ahad 13 Juni 2021. /laksmi Sri Sundari/

GALAMEDIA - Kota Cimahi masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, setelah sebelumnya berada di zona oranye atau risiko sedang selama beberapa bulan belakangan.

Berubahnya status kewaspadaan Covid-19 ini, karena meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah yang memiliki 3 kecamatan ini.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta kegiatan yang menimbulkan kerumunan agar ditiadakan.

Baca Juga: Sembako Kena PPN, Bamsoet: Kemenkeu Harus Pandai Mengolah Rasa, Tidak Hanya Mengolah Angka

"Dilihat dari perkembangan kasus Covid-19 saat ini memang cukup mengkhawatirkan, sepertinya mengarah masuk zona merah. Kita tunggu data pada Senin 14 Juni 2021," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, drg. Pratiwi disela-sela pelaksanaan rapid tes antigen gratis yang digelar di Puskesmas Cimahi Selatan Jalan Baros, Ahad 13 Juni 2021.

Berdasarkan data Dinkes Kota Cimahi hingga Ahad 13 Juni 2021, jumlah kasus positif aktif Covid-19 sebanyak 519 kasus, kasus positif sembuh 5.689 kasus, dan 142 kasus meninggal dunia akibat Covid-19. “Penambahan rata-rata perhari 30-40 kasus," ungkap Pratiwi.

Untuk keterisian daya tampung atau Bed Occupancy Rata (BOR) kasus Covid-19 di rumah sakit Kota Cimahi pada Ahad (13/6) berkisar 65, 57%.

Baca Juga: Mendadak Ketemuan di Solo, Puan Maharani Bakal Berduet dengan Gibran Rakabuming Raka di Gelaran Pilpres 2024?

“Untuk BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 kondisinya fluktuatif. Sudah ada yang menunggu di UGD untuk masuk, ada yang sembuh juga. Jadi tiap saat data BOR bisa berubah,” sebutnya.

Menurut Pratiwi, lonjakan kasus Covid-19 perlu ditekan dengan meningkatkan disiplin masyarakat untuk prokes.

“Mendisiplinkan lagi 3M, prokes diperketat. Tempat kerumunan dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dihentikan. Sudah dianjurkan juga meniadakan kegiatan pasar minggu, kolam renang ditutup. Tinggal pasar kaget yang masih operasi nanti ditertibkan oleh Satpol PP,” jelasnya.

Baca Juga: Musisi Anji Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Warganet Ramai-ramai Serbu Akun Instagramnya

Pihaknya menghimbau masyarakat tidak bepergian saat ini. “Lebih baik jangan bepergian. Tetap di rumah kalau tidak ada kepentingan mendesak,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan rapid tes antigen tersebut, kuota yang disediakan sebanyak 400 orang.

"Rapid antigen gratis ini dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19, karena setelah lebaran terjadi lonjakan kasus secara nasional, termasuk Kota Cimahi. Untuk jumlah sampel reaktif tadi ditemukan dan sepertinya terus bertambah,” katanya.

Salah satu warga Cimahi Selatan, Irma Zainur (24), mengatakan, dirinya mengikuti rapid tes antigen tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya. “Orangtua kemarin sakit, jadi saya mau tes. Sebetulnya kemarin di tempat kerja juga ada kasus, makanya saya ingin dites untuk memastikan,” katanya.***

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x