Kemenag RI Keluarkan Panduan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

- 30 Juni 2020, 23:35 WIB
ILUSTRASI hewan kurban. PIXABAY

GALAMEDIA - Kementerian Agama (Kemenag) RI menerbitkan panduan penyelenggaraan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi covid-19 (virus corona).

Panduan Kementerian Agama tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada Selasa (30/6/2020).

“Edaran ini diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru atau New Normal. Dengan begitu, pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid 19,” kata Fachrul Razi di Jakarta melalui siaran pers, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Usai Juara Liga Inggris, Liverpool Malah Kehilangan Pemain Ini

Ada dua hal pokok yang diatur dalam edaran ini yaitu penyelenggaraan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban yang dapat dilaksanakan di semua daerah, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman covid-19 oleh Pemerintah Daerah atau Gugus Tugas Daerah.

Dalam panduan Kementerian Agama, Shalat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan, masjid, ruangan dengan sejumlah persyaratan. Antara lain seperti menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di area tempat pelaksanaan, tempat pelaksanaan sudah dibersihkan dan disemprot disinfektan.

Kemudian, tersedia hand sanitizer dan sarana cuci tangan menggunakan sabun pada jalur masuk keluar orang, membatasi jumlah pintu keluar masuk tempat pelaksanaan untuk memudahkan penerapan protokol kesehatan, pengecekan suhu tubuh pada jalur masuk keluar.

Baca Juga: Setelah 8 Bulan Jadi Tersangka, KPK Akhirnya Tahan Makelar Kasus RTH

Kemudian, memberikan batas dengan tanda khusus minimal jarak 1 meter, mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya.Tidak mewadahi sumbangan atau sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak yang rawan penyebaran covid-19 karena berpindah tangan.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X