Desa Citaman Nagreg Bisa Dikembangkan Jadi Objek Wisata Sejarah

- 5 Juli 2020, 19:51 WIB
Seni ketangkasan domba di Desa Citanam, Kec. Nagreg, Kab. Bandung, Ahad, 5 Juli 2020. (Engkos Kosasih) /

GALAMEDIA - Seni ketangkasan domba merupakan sebuah seni tradisional yang sudah berjalan lama di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Bandung. Saat ini, seni ketangkasan domba kembali digelar di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, H. Yosep Nugraha menyatakan, Desa Citaman memiliki nilai sejarah yang konon pernah berdiri Kerajaan Kendan, dengan dipimpin oleh seorang resi bernama Manik Maya.

"Melihat adanya nilai sejarah itu, Desa Citaman Kecamatan Nagreg akan dikembangkan menjadi kawasan strategis pariwisata dengan tema ekowisata dan wisata sejarah," kata Yosep kepada Galamedia usai menghadiri pagelaran seni ketangkasan domba di Desa Citaman, Ahad, 5 Juli 2020.

Yosep menuturkan, pengembangan ekowisata dan wisata sejarah itu, melibatkan sinergitas antara Disparbud dengan Desa Citaman dan Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, serta Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka.

"Untuk membangkitkan sektor pariwisata di Desa Citaman, kami melihat langsung masyarakat di Desa Citaman turut melestarikan seni budaya, silat, reog, calung, jaipong dan kesenian lainnya. Termasuk adu ketangkasan domba yang banyak di minati oleh masyarakat Jabar dan sekitarnya," katanya.

Menurut Yosep, berbagai kegiatan seni dan budaya itu sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Namun saat ini, masyarakat dan kepala desa setempat berinisiatif untuk mulai beraktivitas dan menggerakkan kembali seni budaya dalam rangka uji coba dan simulasi gelar seni ketangkasan adu domba dengan protokol kesehatan.

Dalam kunjungan kerja ke tempat-tempat destinasi wisata dan budaya, Yosep menugaskan Kabid Budaya untuk memonitoring kegiatan yang ada di berbagai tempat. Termasuk melihat kesiapan masyarakat melaksanakan gelar seni dengan protokol kesehatan agar pagelaran tetap berjalan.

"Pagelaran seni ketangkasan domba tetap harus aman dari penularan Covid-19," ujarnya.***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X