Kadin Jabar Luncurkan Aplikasi Single Database System for Commerce and Industry

- 9 Juli 2020, 21:04 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kadin Jabar, Dedi Harsono menerangkan aplikasi Single Database System for Commerce and Industry and Kadin Apps di Menara Kadin Jabar, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. (Rio Rizky Batee). /


GALAMEDIA - Dengan perkembangan teknologi informasi dan revolusi industri 4.0, maka kebutuhan data sangat dibutuhkan termasuk di sektor ekonomi dan bisnis. Dalam mengembangkan sistem database tersebut, Kadin Jawa Barat meluncurkan aplikasi Single Database System for Commerce and Industry and Kadin Apps.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kadin Jabar, Dedi Harsono mengatakan bahwa inovasi untuk membuat sistem database tunggal tersebut, terintegrasi dengan apikasi Kadin Jabar.

"Inovasi ini setelah Kadin Jabar melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, dimana tidak ada sistem yang terintegrasi yang dapat diakses oleh stakeholder ekonomi Jawa Barat, yang memuat database lengkap mengenai perdagangan dan industri," ungkapnya kepada wartawan di Menara Kadin Jabar, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Kamis, 9 Juli 2020.

Baca Juga: Gugus Tugas Jabar Sediakan 1.000-2.000 Swab Test di Kawasan Industri Bekasi

Menurutnya, cukup banyak investor asing yang ingin berinvestasi di Jawa Barat, namun belum ada single sistem yang valid mengenai data-data perdagangan, industri, koperasi dan UKM.

"Dengan adanya database ini, akan dapat dimanfaatkan secara maksimal baik bagi pelaku usaha, akademisi dan pemerintah dalam menjual potensi ekonomi Jawa Barat. Baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, dalam rangka mendorong percepatan ekonomi Jawa Barat," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana mengatakan bahwa ekonomi saat ini sedang bergerak secara cepat, terlebih revolusi industri 4.0 sedang digaungkan di berbagai sektor industri.

Baca Juga: Satu Bulan Tidak Ada Kasus, Satu Warga di Tasikmalaya Terkonfirmasi Covid-19

"Siapa pelaku usaha yang dapat merespon secara cepat dan bereposisi akan dapat mengikuti perkembangan zaman, sedangkan para pelaku usaha yang agak lambat dalam merespon perkembangan zaman akan semakin tertinggal," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X