Erick Thohir Rampingan BUMN dari 107 Jadi 40 Perusahaan, PT PNM Gabung Pegadaian dan Danareksa?

- 12 Juli 2020, 20:47 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir /dok

GALAMEDIA - Sejumlah perusahaan pelat merah rencananya bakal dirampingkan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari sebanyak 107 BUMN saat ini ditargetkan bakal dipangkas menjadi 40 perusahaan.

Salah satu BUMN yang terancam terkena perampingan adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Pasalnya, pembiayaan untuk usaha kecil menengah (UKM) ini sebenarnya sudah dilakukan oleh perbankan dengan nilai bunga lebih kompetitif.

Sementara tahun ini PT PNM (persero) harus tetap mendapat suntikan modal dari negara. Pemerintah masih harus memberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,5 trilun untuk PT PNM.

Baca Juga: Juventus vs Atalanta: Gasperini Ngaku Merasa Frustasi

Meski begitu, Kementrian BUMN belum merinci sejumlah BUMN yang bakal terkena perampingan tersebut. Hanya merilis pemangkasan klaster dari 27 klaster menjadi 12 klaster.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, langkah perampingan tersebut untuk mempermudah Kementerian BUMN melakukan pengawasan.

“Lebih baik kita kecilkan BUMN-nya, kita fokuskan nanti dari 27 klaster jadi 12 klaster, dari 12 klaster itu tidak akan lebih dari 40 BUMN nantinya,” ujar Erick dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Ahad (12/7/2020).

Baca Juga: Penerimaan CPNS Dihentikan, Pemkab Bandung Barat Semakin Kekurangan Pegawai

Erick menjelaskan, BUMN yang tidak terdaftar dalam klaster akan dimasukan ke dalam Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) yang sudah dia diterima. Di mana salah satu tugas PPA adalah melakukan restrukturisasi.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X