Usai Bertemu Pompeo, Indonesia Resmi Kecam Presiden Prancis: Lebih dari 2 Miliar Muslim Terusik

- 30 Oktober 2020, 13:52 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. /Radio France International/


GALAMEDIA -Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Kamis 29 Oktober 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI secara resmi mengeluarkan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Jumat 30 Oktober 2020.

Seperti diketahui Menlu AS Pompeo kemarin menemui Menlu RI Retno Marsudi di Gedung Pancasila, Jakarta. Usai pertemuan kedua menteri, Pompeo langsung menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Setelah pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait pernyataan Presiden Prancis, hari ini.

"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis yang tidak menghormati Islam dan komunitas Muslim di seluruh dunia. Pernyataan itu menyinggung lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia dan memicu perpecahan berbagai agama di dunia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat 30 Oktober 2020.

Baca Juga: Jet Siluman J-20 dan Rudal Hipersonik Dongfeng-17 China Bersiap Ratakan Taiwan

Kemlu juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi seharusnya tak menodai kehormatan, kesucian, dan simbol agama.

"Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung," tulis Kemlu melalui situs resminya.

Presiden Prancis itu menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa ia tak melarang Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Ia juga mengatakan Islam adalah "agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia."

Baca Juga: Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Partai Demokrat Beberkan Sejumlah Prestasi Terbaru

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X