Demi Keamanan, Lansia Tidak Masuk Prioritas Penerima Vaksin Corona, Ini Alasan Lainnya

- 14 Januari 2021, 10:21 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). /Antara/Setpres-Agus Suparto

GALAMEDIA - Vaksinasi Covid-19 gelombang pertama sudah dilakukan kemarin pada Rabu, 13 Januari 2021. Vaksin Corona ini akan diberikan pada orang yang berusia 18 tahun hingga 59 tahun.

Penyebaran dan vaksinasi akan dilakukan dalam beberapa tahap. Pemberian vaksin akan dimulai untuk tenaga kesehatan dan pekerja publik, baru kemudian disusul lansia dan masyarakat lain.

Vaksinasi gelombang pertama dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin corona. Namun, tidak semua masyarakat Indonesia akan serentak mendapat suntikan vaksin.

Baca Juga: Raffi Ahmad Pesta Tanpa Prokes Usai Divaksin, Sherina Munaf Kecewa: Tolong Beri Contoh yang Baik!

Kelompok usia 18-59 tahun, tenaga kesehatan, dan pekerja publik masuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin. Lansia tidak dimasukkan dalam daftar prioritas kelompok penerima vaksin corona.

Menurut Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, lansia tidak menjadi prioritas penerima vaksin karena alasan keamanan.

Dikutip galamedia dari berbagai sumber, pemilihan kelompok prioritas penerima vaksin bukan tanpa alasan, termasuk mengapa lansia tidak termasuk. Salah satu alasan utamanya adalah faktor keamanan.

Vaksinasi corona untuk lansia masih menunggu hasil uji klinis di Brasil, Turki, dan Chilli yang melibatkan kelompok orang berusia lanjut. Alasan lainnya karena uji klinis fase 3 vaksin corona di Indonesia melibatkan kelompok usia 18-59 tahun.

Baca Juga: Terbaru, Harga Emas Hari Ini, Kamis 14 Januari 2021 Ada yang Meroket, Antam 2 Gram Rp1.952.000

Selain itu, pemberian vaksin untuk usia 18-59 tahun terlebih dahulu juga disebut bisa memberi manfaat. Pasalnya, kelompok usia ini disebut paling banyak terinfeksi Covid-19.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X