Hanya Terima Pasien Covid-19, IGD RSUD Cibabat Tutup Sementara Bagi Pasien Umum

20 Juni 2021, 18:58 WIB
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cibabat Kota Cimahi ditutup sementara untuk pasien umum. /Laksmi Sri Sundari/Galamedia/

GALAMEDIA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi menutup sementara Instalasi Gawat Darurat (IGD) bagi pasien umum selama sepekan, 18 hingga 24 Juni, IGD RSUD Cibabat hanya menerima pasien Covid-19.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang saat ini sedang melonjak.

Direktur Utama RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono mengatakan, ditutupnya IGD untuk pasien umum dikarenakan adanya lonjakan pasien, sehingga sulit terurai. Jadi untuk keselamatan pasien dan pegawai, maka untuk sementara waktu IGD tidak menerima pasien umum.

"Jangan sampai pasien datang dengan keluhan magh malah bawa oleh-oleh Covid-19. Jadi saya putuskan tutup dulu IGD, fokus untuk Covid-19," jelasnya saat dihubungi, Ahad, 20 Juni 2021.

Meski IGD ditutup sementara untuk pasien umum, ujar Sukwanto, pasien masih bisa melakukan rawat jalan. Sebab, semua poli yang ada tetap melayani pasien dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: LINK LIVE STREAMING MOTOGP JERMAN 2021: Balapan Segera Berlangsung!

Seperti diketahui, IGD RSUD Cibabat merupakan salah satu tempat transit pasien yang hendak masuk ruang perawatan. Namun sejak mewabahnya Covid-19, ruang darurat tersebut digunakan juga sebagai tempat screening pasien yang diduga terpapar virus korona.

Diakui Sukwanto, keterisian bed atau tempat tidur khusus pasien Covid-19 di rumah sakit yang terletak di Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi itu sudah overload, seiring meningkatnya masyarakat yang terpapar virus mematikan tersebut.

Tercatat hingga Sabtu (19 Juni) pukul 18.00 WIB, nyaris semua sudah terisi. Dari mulai kategori merah dewasa sudah terisi semua dari 2 bed yang tersedia. Sementara untuk kategori merah anak sudah terisi 3 dari 4 kapasitas bed.

Kemudian untuk kategori kuning dewasa A3, B3 dan C6 ada 51 kapasitas bed, dan semuanya terisi. Begitupun untuk kategori kuning anak dari 6 bed yang tersedia semuanya sudah terisi penuh. Terakhir ruang obstetri A2 dan ginekologi B3 sudah terisi penuh juga dari 9 bed yang ada.

Lebih buruknya lagi, hingga Sabtu (19 Juni), ada 29 pasien Covid-19 yang menjadi daftar tunggu untuk masuk ke ruang perawatan. Jumlah pasien setiap harinya selalu fluktuatif, sebab ada yang masuk dan keluar.

Pasien berasal dari berbagai daerah. Seperti Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Bandung Barat. "Memang penuh. Saya lihat ada daftar tunggu mau masuk ruang perawatan," sebut Sukwanto.

Baca Juga: Eko Kuntadhi dan Ferdinand Hutahaean Senggol Film Animasi Nussa, Gus Nadir: Repot, Gak Paham-paham

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus lagi, sambung Sukwanto, pihaknya saat ini tengah memperbaiki salah satu ruangan yang ada, akan disulap menjadi tempat khusus perawatan pasien Covid-19. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Cimahi.

"Kita sedang memperbaiki ruangan baru. Kalau udah jadi, dari IGD bisa langsung ke lantai 6," katanya.***

Editor: Dicky Aditya

Tags

Terkini

Terpopuler