Kasus Covid-19 Tinggi, Warga Thailand Turun ke Jalan Tuntut Perdana Menteri Mundur

- 1 Agustus 2021, 22:07 WIB
Ilustrasi unjuk rasa di Thailand.
Ilustrasi unjuk rasa di Thailand. /(REUTERS/CHALINEE THIRASUPA)/

 

GALAMEDIA - Pengunjuk rasa di Thailand berkonvoi di jalan-jalan dengan mobil dan motor pada Minggu untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Chan-ocha dianggap gagal menangani wabah ketika negara itu berjuang melawan lonjakan tertinggi kasus COVID-19 selama pandemi.

Di Bangkok, pengendara mobil membunyikan klakson dan pengendara motor memberi salam tiga jari --simbol perlawanan yang terinspirasi dari film "The Hunger Games-- ketika melintasi jalan sejauh 20 km dari Monumen Demokrasi di pusat ibu kota ke Bandara Internasional Don Muang.

"Kami nyaris tak bisa mencari nafkah sekarang, semua anggota keluarga kami terkena dampaknya," kata Chai, pengunjuk rasa berusia 47 tahun yang enggan menyebut nama lengkapnya, dari dalam mobil.

"Pemerintah gagal memberi vaksin tepat waktu dan banyak dari kami yang belum divaksin," kata dia.

Baca Juga: Greysia Polii-Apriyani Rahayu Besok Final Olimpiade Tokyo 2020, Menpora Tak Mau Membebani Raih Emas

"Jika kami tidak turun ke jalan menyampaikan seruan, pemerintah akan mengabaikan kami."

Protes serupa juga digelar di provinsi-provinsi lain.

Negara di Asia Tenggara itu berencana memvaksinasi 50 juta orang hingga akhir 2021.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X