Jabar Intens Lacak Kontak Erat Pasien Covid-19, Pegawai BPSDM Sudah Dites

- 5 Juli 2020, 15:44 WIB
Sekretaris GTPP Covid-19 Jabar Daud Achmad. (Dok. Humas Pemprov Jabar)
Sekretaris GTPP Covid-19 Jabar Daud Achmad. (Dok. Humas Pemprov Jabar) /

GALAMEDIA - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat (Jabar) intens melacak kontak pasien positif Covid-19. Pelacakan kontak amat penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 sekaligus mencegah ledakan jumlah kasus baru.

Termasuk pelacakan dan testing Covid-19 kepada pegawai Badan Pemberdayaan Sember Daya Manusia (BPSDM) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat. Langkah itu dilakukan setelah Kepala DKP, M. Solihin dinyatakan postif Covid-19 dan meninggal dunia pada Rabu, 1 Juli 2020.

"Dengan meninggalnya Pak Solihin kita langsung tracing. Artinya, siapa saja yang pernah kontak dengan Pak Solihin selama 14 hari ke belakang," ungkap Sekretaris GTPP ovid-19 Jabar, Daud Achmad, Ahad, 5 Juli 2020.

Baca Juga: Kasusnya Dikomentari Anak Buah AHY, Denny Siregar Mulai Sentil Partai Demokrat

Selain itu juga pihaknya langsung melakukan test swab ke pegawai di BPSDM. Rencananya pada Senin, 6 Juli 2020, GTPP akan melakukan tes kepada pegawai DKP. Pihaknya mendahulukan testing dan tracing di BPSDM, karena seminggu sebelumnya almarhum melakukan sertijab di Kantor BPSDM.

"Alhamdulillah, katanya semua yang dites hasilnya negatif. Kecuali ada satu yang invalid, tapi bukan reaktif. Hasilnya yang satu orang itu belum ada," kata Daud.

Menurutnya tes di DKP akan dilakukan sesuai dengann keperluan. Artinya, sejauhmana intensitas pegawai DKP dengan pasien positif. "Kalau pegawai yang intens berhubungan ya akan diswab test," tegasnya.

Baca Juga: Bejat! Pria Pemilik Warung di Padalarang Cabuli Tetangganya yang Baru Berusia 5 Tahun

Sementara itu, Ketua GTPP Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, konsistensi pelacakan kontak yang dilakukan pihaknya menjadi salah satu faktor sebaran SARS-CoV-2 di Jabar terkendali.

"Setiap satu yang kena dan satu meninggal karena Covid-19, itu lingkungan keluarga, temannya, semuanya contact tracing. Itu jadi sudah jadi standar prosedur gugus tugas. Makanya (sebaran CO Covid-19) agak terkendali karena kami agresif (dalam pelacakan kontak)," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam siaran persnya.

Wakil Sekretaris GTPP Covid-19 Jabar sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani mengatakan, menemukan orang yang pernah kontak dengan pasien positif adalah upaya strategis guna menyetop penularan.

Baca Juga: Kecewa Denny Siregar Sebut Santri Cilik Calon Teroris, Legislator Ini Bakal Kawal Proses Hukumnya

"Pelacakan kontak didahului dengan mengidentifikasi kontak erat selama 14 hari ke belakang dari dilakukannya swab test 14 hari ini dianggap sebagai masa inkubasi terpanjang Covid-19," kata Berli.

Berli mengatakan, setiap orang yang diketahui berkontak dengan pasien positif Covid-19 akan dites dan diminta mengisolasi diri. Namun, melacak kontak pasien terkonfirmasi positif bukan hal mudah. Salah satu kendala adalah memastikan semua kontak erat terindentifikasi by name by address.

"Komunikasi dengan kontak kunci atau orang yang paling mengetahui dengan siapa saja dan kapan terjadi kontak jadi kendala kami. Begitu juga kecepatan dan ketepatan penetapan kontak," ucapnya.

Baca Juga: Bumdes Nagrog Kembangkan Desa Wisata Alam Berbasis Lingkungan

Komunikasi yang efektif dan persuasif, kata Berli, amat penting guna menyelesaikan kendala dalam pelacakan kontak. Indentifikasi pun mesti dilakukan secara sistematis berdasarkan kronologis kejadian.

"Saat ini, rasio pelacakan kontak Jabar ada di angka 25,12. Kami juga terus meningkatkan pelacakan kontak yang disertai dengan tes, baik rapid test maupun swab test," katanya.

Dalam pelacakan kontak, GTPP Jabar melibatkan banyak pihak. Mulai dari TNI/Polri, Satpol PP, gugus tugas kabupaten/kota, trisula desa, pegawai kelurahan, sampai relawan.

Keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat meningkatkan rasio pelacakan kontak di Jabar. Supaya rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x