Di Tengah Pandemi Covid-19, STP ARS Internasional Gelar Pengabdian Masyarakat

- 2 Agustus 2020, 09:26 WIB
Ketua Abdimas sekaligus Dosen STP ARS Internasional Dr Didin Syarifuddin MM., MSi., (kanan belakang) saat foto bersama dalam pengabdian masyarakat bekerjasama dengan Asikmi dan Disdagin Kota Bandung, belum lama ini. /


GALAMEDIA - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) ARS Internasional menggelar Pengabdian Masyarakat (Abdimas) tahun Akademik 2019-2020, Semester Genap.

Di semester Genap ini, dosen-dosen di lingkungan STP ARS Internasional bekerja sama dengan Asosiasi Industri Kecil dan Menengah Indonesia (Asikmi) diwakili oleh Rohman Agus Jatnika, MM dan UPT Balai Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, diwakili oleh Tabroni, MM sebagai Kepala UPT BI Disdagin.

Menurut Ketua Abdimas sekaligus Dosen STP ARS Internasional, Dr Didin Syarifuddin, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk Bimbingan dan Pendampingan oleh empat dosen dari STP ARS Internasional, yakni oleh Dr. Didin Syarifuddin, Musafa,  Suryana, Rahmat Priyanto.

Baca Juga: Penumpang Darat, Laut dan Udara Mengalami Lonjakkan di Masa Pandemi Virus Corona Ini

Hal itu, diberikan kepada sebanyak 30 IKM atau UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner dan hijab, di Kota Bandung dengan mengambil tema “Membangun Mental Wirausaha Juara”.

“Tahapan dalam kegiatan ini, dimulai dengan seminar yang diikuti oleh seluruh peserta 30 orang IKM/IMKM kuliner dan hijab, yang telah dilaksanakan pada 8 Juli 2020," katanya dalam siaran pers yang diterima galamedianews, Minggu 2 Agustus 2020.

"Tahap selanjutnya, yakni bimbingan dan pendampingan yang melalui WA Grup dan tatap muka dengan tetap menjaga, protokol kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tien Gustinah, Perias yang Tembus Dapur Rekaman Hingga Miliki Tiga Album

Kegiatan Abdimas STP ARS Internasional kali ini, katanya, agak berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, atas kesepakatan arahan dari UPT BI Disdagin, ASIKMI dan STP ARS Internasional, bahwa Bimbingan dan Pendampingan IKM/UMKM Kota Bandung ini, dalam membangun mental wirausaha Juara.

”Tentunya, hal ini dilakukan atas dasar keprihatinan perkembangan IKM/UMKM di Kota Bandung yang kesulitan naik kelas. Hal lain, yakni tingginya tingkat kuantitas UMKM di Kota Bandung hampir mencapai 295 ribu UMKM, namun belum bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Didin.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X