Ngambek ke Para Dokter, Duterte Ancam Bunuh Pasien Positif Corona

- 4 Agustus 2020, 15:21 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte /canadianinquirer.net


GALAMEDIA - Tingginya kasus virus corona (Covid-19), Filipina kembali memberlakukan lockdown. Presiden Filipina Rodrigo Duterte pun mengancam akan membunuh semua pasien Corona di saat para dokter mengkhawatirkan sistem fasilitas kesehatan negara tersebut.

Seperti dilansir Al Jazeera, Senin 3 Agustus 2020, mulanya Duterte berbicara tentang kelelahan para tenaga medis sebelum perintah lockdown diumumkan.

"Saya telah mendengar Anda. Jangan kehilangan harapan. Kami sadar Anda lelah," kata Duterte dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal.

Baca Juga: Akun Sekretariat Kabinet Diserang Netizen, Gara-Gara Presiden Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker

Filipina mencatat 5.032 kasus tambahan pada hari Ahad 2 Agustus 2020, peningkatan kasus harian terbesar di negara itu, dengan membawa jumlah kasus infeksi virus Corona menjadi 103.185 kasus. Korban jiwa melonjak 20 orang, menjadi total 2.059 orang.

Duterte juga menyetujui mempekerjakan 10.000 profesional medis untuk menambah tenaga kerja medis saat ini dan manfaat tambahan bagi petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

Namun dalam pesannya, Duterte juga mencerca para dokter yang mengemukakan kekhawatiran tentang situasi sistem kesehatan negara itu. Duterte juga menantang mereka untuk "mendeklarasikan sebuah revolusi".

Baca Juga: Tak Mau Kalah dari China dan Rusia, Donald Trump Klaim Vaksin Corona Hadir Sebelum Akhir Tahun

"Anda benar-benar tidak mengenal saya. Anda ingin revolusi? Kalau begitu katakan. Silakan, coba saja. Kami akan menghancurkan segalanya. Kami akan membunuh semua orang yang terinfeksi Covid," celetuknya.

"Itukah yang Anda inginkan? Kita selalu dapat mengakhiri keberadaan kita dengan cara ini," sambungnya.***

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X