Tampar Presiden Prancis, Menteri Agama Fachrul Razi Tuntut Penghina Nabi Dihukum

- 29 Oktober 2020, 14:04 WIB
Menteri Agama, Fachrul Razi. /Dok. Kemenag/

GALAMEDIA - Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi mengutuk keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melukai perasaan umat karena telah menghina simbol agama Islam.

Ia menilai kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apapun.

"Menghina simbol agama adalah tindakan kriminal. Pelakunya, harus bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ditindak sesuai ketentuan hukum," kata Fachrul dalam keterangan resminya, Kamis 29 Oktober 2020.

Baca Juga: Sering Ribut dengan China, Indonesia Tawarkan 'Pangkalan' di Kepulauan Natuna kepada AS

Fachrul lantas mendukung sikap Kementerian Luar Negeri RI yang memanggil Duta Besar Perancis. Ia juga mendukung Kemlu menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron yang dinilai telah menghina Islam.

"Setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain, termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad," ujar Fachrul.

Kendati demikian, Fachrul mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis untuk merespon pernyataan Macron.

Baca Juga: Jokowi Ingin Jadikan AS Sebagai Sahabat Sejati, Pompeo Dekati Grass Root di Indonesia

Ia mengingatkan ajaran Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri. Terlebih dengan melakukan pembunuhan.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X