Banyak Dikecam Karena Menghina Islam, Ini Penjelasan Presiden Prancis Emmanuel Macron

- 1 November 2020, 08:18 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. /


GALAMEDIA - Akibat banyak dikecam setelah mengeluarkan pernyataan kontroversi soal Islam, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Sabtu 31 Oktober 2020 akhirnya angkat bicara.

Dia mengaku menghormati Muslim yang dikejutkan oleh kartun Nabi Muhammad, tetapi itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan.

Pernyataannya keluar setelah para pejabatnya meningkatkan keamanan menyusul serangan pisau di sebuah gereja Prancis yang menewaskan tiga orang pada minggu ini.

Baca Juga: Tergerus Air, Jalan Penghubung Cigalontang dan Ciamungpaeh Tasikmalaya Tidak bisa Dilalui Kendaraan

Dimana seorang penyerang memenggal kepala seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di Nice pada hari Kamis, 29 Oktober 2020.

Tersangka penyerang, berusia 21 tahun dari Tunisia, ditembak oleh polisi dan sekarang dalam kondisi kritis di rumah sakit, seperti dikutip rri.co.id dari Reuters, Minggu 1 November 2020.

Polisi mengatakan pada hari Sabtu 31 Oktober 2020, satu orang lagi ditahan sehubungan dengan serangan itu. Orang itu bergabung dengan tiga orang lainnya yang sudah ditahan karena dicurigai melakukan kontak dengan penyerang.

Baca Juga: Ini Rupanya Penyebab Mahfud MD Gagal Jadi Wapres Jokowi pada Pemilu 2019

Macron telah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi situs-situs seperti tempat ibadah dan sekolah, dan para menteri telah memperingatkan bahwa serangan militan Islam lainnya dapat terjadi.

Pada 16 Oktober, Samuel Paty, seorang guru sekolah di pinggiran kota Paris, dipenggal kepalanya oleh seorang warga Chechnya yang berusia 18 tahun yang tampaknya marah oleh gurunya yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas selama pelajaran kewarganegaraan.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X