Perkara Kerumunan yang Menjerat Habib Rizieq Shihab Masuki Babak Baru

1 Juli 2021, 19:32 WIB
Habib Rizieq Shibab (tengah). Kasus kerumunan HRS mulai memasuki babak baru. /Pikiran Rakyat

GALAMEDIA - Perkara kerumunan Petamburan dan Megamendung yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS) mulai memasuki babak baru.

Berkas banding perkara tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Berkas banding perkara nomor 221, 222, dan 226 sekarang dalam proses inzage. Ini proses terakhir sebelum berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi," terang Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal, Kamis, Juli 2021.

Inzage (pemeriksaan) merupakan tahap Pengadilan Negeri Jakarta Timur memanggil tim kuasa hukum HRS dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk saling memeriksa kelengkapan berkas banding sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi.

Baca Juga: Innalillahi, Awal Juli 2021 Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah Hampir 25 Ribu Kasus dalam Sehari!

Pada tahap ini, Pengadilan Negeri Jakarta Timur memberikan waktu selama tujuh hari setelah pemanggilan inzage untuk datang mempelajari dan memberikan catatan perbaikan berkas perkara.

"Nanti apa dari mereka ada catatan atau perbaikan, setelah itu berkas dikirim. Tapi kalau mereka enggak datang untuk inzage atau enggak ada catatan perbaikan pun berkas tetap kita kirim," tambah dia dikutip dari Antara.

Perkara nomor 221 untuk kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat, saat kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya pada 14 November 2020 lalu. dengan terdakwa HRS.

Baca Juga: Pembelajaran di 6 Provinsi Saat PPKM Darurat Wajib PJJ, Kemendikbudristek: Utamakan Keselamatan

Sedangkan perkara nomor 222 juga untuk kasus sama dengan terdakwa Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi.

Sementara perkara nomor 226 untuk kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada 13 November 2020 lalu, dengan terdakwa Rizieq Shihab.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis HRS dengan pidana penjara delapan bulan untuk kasus kerumunan di Petamburan.

Sementara untuk kasus kerumunan di Megamendung, HRS divonis bersalah dengan pidana berupa denda sebesar Rp 20 juta.***

Editor: Lucky M. Lukman

Tags

Terkini

Terpopuler