200 Siswa Secapa TNI AD Hegarmanah Bandung Positif Covid-19, GTPP Sasar 20-an Lagi

8 Juli 2020, 13:34 WIB
/jabarprov.go.id/

 

GALAMEDIA - Terkait adanya cluster baru penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan milter, Gugus Tugas Percepatanan Penanggulanganan (GTPP) Covid-19 Jabar akan mentracing di 20 sekolah pendidikan militer lagi yang ada di Jaabar. Saat ini, institusi yang baru teridentifikasi Secapa AD di Jalan Hergamanah Kota Bandung.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dengan rapid test dan swab juga oleh tim dari Kesdam. Selain itu, sudah ada beberapa orang yang diisolasi termasuk isolasi satu area di institusi pendidikan tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani Gelung Sakti saat jumpa pers di Gudang Bulog Divre Jabar, Jalan Gedebage, Kota Bandung, Rabu 8 Juli 2020.

Ia menyebutkan, jumlah siswa yang terpapar Covid-19 di lembaga pendidikan militer tersebut diperkirakan di atas 200 orang.

Baca Juga: Jakarta Pusat Terbanyak Kasus Positif Corona, Surabaya Tertinggi Angka Kematian

“Perkiraan di atas 200 orang. Datanya belum fiks karena identifikasinya belum selesai. Kami sudah melakukan antisipasi, seperti isolasi, penyemprotan disinfektan, dan melakukan penelusuran epidemiologi oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kota Bandung, Puskesmas Coblong dengan provinsi,” jelasnya.

“Kita akan mengidentifikasi mana yang harus dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya untuk dikunjungi petugas kesehatan baik oleh gugus tugas maupun puskesmas,” tambahnya.

Menurur Berli, pihaknya juga melaporkan terpaparnya ratusan siswa di lembaga pendidikan milter ke data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Data terakhir ada 126 penambahan kasus, 105 di antaranya dari Secapa. Mereka sudah dinyatakan postif melalui test swab.

Diakuinya, berdasarkan informasi dari Kesdam masih ada antara 21-23 sekolah kedinasan militer yang lain untuk ditracing. Bahkan GTPP Jabar akan melakukan pelacakan ke sekolah yang berbasis asrama, pondok pesantren, dan sekolah swasta yang berasrama yang sudah melakukan pendidikan dan pembelajaran saat masa pandemi ini.

Baca Juga: Kembali Sapa Publik Usai Lockdown, Kate Middleton Kenakan Gaun Vintage Tanda Cinta untuk Putri Diana

Disinggung soal GTPP Jabar yang tidak menampilkan kasus kematian dalam ODP dan PDP, tidak seperti provinsi lain, menurut Berli, permasalahannya bukan pada ditampilkan dan tidaknya kasus kematian ODP dan PDP dalam pikobar. Jika ada ODP dan PDP yang meninggal, kemudian setelah diswasb test hasilnya posotif, maka ia akan dimasukkan ke dalam kasus yang terkonfirmasi Covid-19.

“Dia tidak lagi ada dalam data ODP dan PDP. Tapi jika ODP dan PDP yang meninggal dan setelah di swab test hasilnya negatif, maka ia tdiak dimasukan dalam data ODP dan PDP. Karena ia meninggal tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Inilah bedanya antara kita dengan daerah yang lain,” kata Berli.

Tapi, lanjutnya, baik yang meninggal postif Covid-19 atau pun negatif,  pemulsanaran jenazahnya menggunakan protokol Covid-19, karena situasi dalam masa pandemi.

Baca Juga: Sejak April hingga Sekarang Ada 37.119 UMKM di Jabar Terdampak Pandemi Covid-19

“Kami juga saat ini tengah aktif melakukan pemeriksaan di berbagai daerah. Dalam satu kabupaten kota dalam minggu ini kita tambah 1.000 alat test swab,” jelasnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Tags

Terkini

Terpopuler