Malas Dicolok Hidung, Ini Alat Deteksi Virus Corona Buatan Dosen Unpad, Cukup dengan Air Liur

- 20 Januari 2021, 09:38 WIB
Peneliti Unpas mengembangkan aneka poduk inovasi VTM untuk menyimpan hasil sampel pemeriksaan swab Covid-19 /Humas Unpad

GALAMEDIA - Satu lagi invoasi dosen Universitas Padjadjaran tercipta. Kali ini, Peneliti Universitas Padjadjaran mengembangkan aneka inovasi produk Viral Transport Medium (VTM) untuk menyimpan sampel pemeriksaan swab Covid-19.

Uniknya, produk VTM ini berbasis iceless transport system, atau tidak membutuhkan penyimpanan di kotak pendingin sebelum menuju ke laboratorium.

Aneka produk VTM iceless transport system tersebut antara lain VitPAD, i-blue, dan C-transport. Tiga produk ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Laboratorium Covid Rumah Sakit Pendidikan Unpad, yaitu Dr. Hesti Lina Wiraswati, M.Si., Lia Faridah, dr., M.Si., Dr.rer.nat. Savira Ekawardhani, M.Si., dan Dr. Shabarni Gaffar, M.Si.

Baca Juga: Terbaru, Harga Emas Hari Ini Rabu, 20 Januari 2021 Rata-rata Naik, Antam 2 Gram Rp1.925.000

Hesti menjelaskan, tiga produk tersebut seluruhnya mampu tahan di suhu ruang setelah dimasukkan sampel. Selama ini, produk VTM yang ada membutuhkan ruang penyimpanan dengan suhu 2-8 derajat Celcius, baik sebelum dimasukkan sampel atau setelah dimasukkan sampel.

“VitPAD, i-blue, dan C-transport sama-sama tanpa menggunakan es untuk penyimpanannya,” ungkap Hesti dalam siaran persnya Rabu, 20 Januari 2021.

Dikatakan, ketiga produk tersebut memiliki perbedaan terutama dari segi daya tahannya. VitPAD mampu bertahan di suhu ruang selama 14 hari setelah ditambah sampel.

Sementara i-blue dan C-transport mampu bertahan selama 7 hari di suhu ruang setelah ditambah sampel.

Baca Juga: Quran Surat Al Alaq, Ayat 1-5 Adalah Wahyu Pertama Nabi, Berikut Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahnya

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X