KPK Dorong Istri Para Pejabat Negara Perkuat Peran Dalam Pencegahan Korupsi

- 18 Maret 2023, 22:24 WIB
Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi  dalam sebuah kegiatan "Kusemai Nilai" yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag)  di Jakarta mendorong Istri Pejabat Negara ikut serta perkuat pencegahan korupsi/humas KPK/kpk.go.id
Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi dalam sebuah kegiatan "Kusemai Nilai" yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta mendorong Istri Pejabat Negara ikut serta perkuat pencegahan korupsi/humas KPK/kpk.go.id /

GALAMEDIANEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus mendorong pemberdayaan perempuan istri para pejabat negara untuk berpartisipasi dalam pencegahan korupsi dengan mengedepankan nilai-nilai integritas di kalangan pegawai negeri dan keluarganya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang bahwa Istri Para Pejabat Negara adalah sosok perempuan sekaligus istri dan ibu yang sangat berperan penting karena dapat menjadi protagonis yang membangun nilai-nilai kebaikan dalam keluarga. 

Dorongan kepada  Istri para pejabat negara perkuat dalam memperkuat upaya pencegahan Korupsi ini disampaikan oleh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi  dalam sebuah kegiatan "Kusemai Nilai" yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag)  di Jakarta

"Janganlah kita menyalahkan kejadian, karena kita yang memilih kejadian. Oleh karena itu, agar tidak menyalahkan kejadian, mari kita lakukan upaya pencegahan dengan terus menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kumbul kepada para istri pejabat Kemenag, istri Kakanwil, dan istri rektor/ketua perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN).

Baca Juga: Mengenal Metode Hisab dan Rukyat dalam Menentukan Awal Ramadan

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Edukasi di Bandung, Cocok Sambil Healing Dapat Hal Baru

Peran Istri Pejabat Negara dalam upaya pencegahan Korupsi

Kumbul juga menambahkan bahwa seorang perempuan memiliki tiga peran penting, yaitu sebagai istri, ibu, dan bagian dari masyarakat. Sebagai seorang istri, ia diharapkan dapat mendampingi, memotivasi, mendorong dan mengingatkan suaminya untuk bekerja dengan baik dan tidak melakukan korupsi.

Kumbul mengatakan bahwa sebagai seorang ibu, seorang perempuan diharapkan dapat menerapkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anaknya. Di saat yang sama, seorang perempuan juga memiliki kemampuan untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai integritas pada lingkungannya, termasuk lingkungan sosialnya, agar terhindar dari perilaku korupsi.

"Mulai saat ini, kita semua harus berubah dan kembali menanamkan dan menerapkan nilai-nilai integritas dalam perilaku sehari-hari. Jangan sampai kita menunggu waktu untuk mengubah diri kita" ujar Kumbul

Berbicara pada acara yang sama, Faisal Ali Hashim, Inspektur Jenderal Kementerian Agama, mengatakan bahwa para istri memiliki peran penting. Terutama dalam menciptakan lingkungan berintegritas yang dimulai dari keluarga.

"Para ibu berperan penting dalam mendidik anak-anak mereka dan dalam mendorong, memotivasi dan mengingatkan suami mereka untuk melakukan hal yang benar dan tidak melakukan perbuatan yang salah. Termasuk melakukan tindak pidana korupsi," kata Faisal.

Hadir dalam pembukaan TOT yang berlangsung selama tiga hari ini, Direktur Jenderal Bimas Katolik, Direktur Jenderal Bimas Islam, Direktur Jenderal Bimas Kristen, Direktur Jenderal Bimas Buddha, Dirjen Bimas Hindu, staf ahli Departemen Agama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Agama dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) ***

Editor: Nadya Kinasih

Sumber: kpk.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x