Fadli Zon Beberkan Kepentingan Pribadi Prabowo Subianto Kunjungi Amerika Serikat

- 19 Oktober 2020, 17:47 WIB
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. /Instagram/@prabowo


GALAMEDIA - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto telah merampungkan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalin kerja sama di bidang pertahanan.

Anggota Komisi I Fraksi Gerindra Fadli Zon mengungkapkan kunjungan Prabowo ke AS dapat meningkatkan kerja sama kedua negara ke level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua umum Partai Gerindra mengatakan saat ini sejumlah komitmen kerja sama pertahanan telah berhasil dicapai, seperti penyelenggaraan forum Indonesia-US Security Dialogue, International Military Education and Training (IMET), Foreign Military Financing (FMF), dan Foreign Military Sales (FMS). Sehingga hubungan kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia tetap harus dijaga.

Fadli Zon.*
Fadli Zon.* DPR

Baca Juga: Televisi dan Pulsa Masuk pada Komponen KHL Penetapan Upah Minimum 2021

"Kemitraan strategis bukanlah sesuatu yang ‘taken for granted’. Relasi perlu dirawat melalui jalinan komunikasi politik intensif. Sebagai tokoh militer terdidik dan memiliki wawasan serta jaringan internasional luas, relasi antara Prabowo dengan AS saya kira akan memberi banyak manfaat bagi kepentingan pertahanan Indonesia," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Senin 19 Oktober 2020.

Ia mengatakan, kedatangan Prabowo ke Amerika Serikat juga akan berdampak terhadap peningkatan kapasitas alutsista Indonesia. Selain itu, kata dia, pandemi COVID-19 juga berpengaruh terhadap dinamika geopolitik yang harus diwaspadai.

"Sebagai negara berdaulat dan menganut politik luar negeri bebas-aktif, kunjungan ke Washington DC ini sangat penting dan diperlukan. Selain untuk menjaga kedekatan yang sama dengan semua negara, terutama dengan negara-negara besar, kunjungan ini juga diperlukan menjaga kepentingan kita dalam peningkatan kapasitas alutsista," jelas dia.

Baca Juga: Refly Harun: Mau Lumpuhkan KAMI? Tangkap Gatot Nurmantyo!!!

"Krisis yang terjadi di Semenanjung Korea, penurunan hubungan Amerika-Rusia, sikap agresif China dalam memobilisasi kekuatan militernya, ketegangan yang sempat memuncak di Laut China Selatan, semua itu telah memunculkan ketegangan yang serius di panggung hubungan internasional. Indonesia juga terkena dampaknya," imbuh dia.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X