Kabar Baik! Arab Saudi Hapus Karantina Wajib Bagi Pengunjung Asing yang Sudah Divaksin

17 Mei 2021, 15:49 WIB
Warga negara Saudi memindai dokumen mereka di gerbang imigrasi digital di Bandara Internasional Raja Khalid, setelah otoritas Saudi mencabut larangan perjalanan pada warganya setelah 14 bulan karena pembatasan Covid-19, di Riyadh, Arab Saudi, Minggu 16 Mei 2021./ANTARA FOTO/REUTERS/Ahmed Yosri/aww. /

GALAMEDIA - Arab Saudi membuat kebijakan baru terkait dengan Covid-19. Pengunjung asing yang tiba melalui jalur udara dari sebagian besar negara, tidak perlu lagi melakukan karantina.

Kebijakan itu dengan catatan dan berlaku bagi mereka yang telah divaksin Covid-19.

Pengunjung dari 20 negara, seperti Amerika Serikat, India, Inggris, Jerman, Prancis dan Uni Emirat Arab, masih dilarang memasuki kerajaan tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19.

Otoritas penerbangan sipil (GACA) mengatakan bahwa mulai 20 Mei pendatang non-Arab Saudi yang tiba di kerajaan dari negara yang memenuhi syarat melalui jalur udara penerima vaksin lengkap.

Baca Juga: AS Blokir Upaya PBB Soal Konflik Israel - Palestina, China Siapkan Amunisi Ini

Atau mereka yang sudah terinfeksi Covid-19 dan sembuh, tidak perlu lagi menghabiskan tujuh hari di hotel rujukan pemerintah selama menunjukkan sertifikat vaksinasi resmi saat kedatangan.

Saat ini, seluruh pendatang yang tiba di kerajaan wajib menjalani karantina selama 7-14 hari tergantung dari negara mana mereka berasal, dan menyerahkan tes negatif PCR.

Dikutip dari Antara, Berdasarkan aturan baru tersebut, siapa pun yang berusia di atas delapan tahun yang tidak divaksin harus menjalani karantina setibanya di Arab Saudi selama tujuh hari dengan biaya sendiri mulai 20 Mei.

Baca Juga: Jadi Rebutan Israel dan Palestina, Ini 6 Tempat Ikonik di Yerusalem

Mereka juga harus menyerahkan tes PCR negatif pada hari ke enam kedatangan mereka, kata GACA.

Selain itu, mereka juga musti memberikan polis asuransi kesehatan yang valid guna menutupi risiko potensial Covid-19. Menunjukkan hasil tes negatif PCR yang diambil paling lama 72 jam sebelum penerbangan juga diwajibkan.

Secara terpisah, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa warga negara Arab Saudi masih dilarang bepergian ke 13 negara melalui penerbangan langsung maupun tidak langsung tanpa izin terlebih dahulu dari otoritas terkait risiko Covid-19.

Baca Juga: Amerika-Eropa Demo Bela Palestina, Tokoh NU Justru Heran dengan Indonesia: Negara Muslim Terbesar Malah Adem

Ke 13 negara yang dimaksud yakni Libya, Suriah, Lebanon, Yaman, Iran, Turki, Armenia, Somalia, Republik Demokratik Kongo, Afghanistan, Belarus dan India.

Pada Februari kerjaan Saudi melarang masuk warga asing dari 20 negara, dengan diplomat, warga negara Arab Saudi, praktisi medis dan keluarga mereka dikecualikan dari kebijakan tersebut.***

Editor: Lucky M. Lukman

Tags

Terkini

Terpopuler