Covid-19 Tak Terkendali, Jokowi Lagi-lagi Diminta Mundur hingga Tagar #MakzulkanPresidenGagal Bergema

17 Juli 2021, 08:30 WIB
Presiden Joko Widodo kembali didesak untuk mundur. /Dok. Setkab/BPMI Setpres

GALAMEDIA - Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih belum bisa terkendali dengan baik.

Lonjakan kasus Covid-19 kian membludak disebabkan oleh masuknya varian Delta asal India yang penyebarannya sangat cepat.

Bahkan saat ini kasus harian Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia.

Per tanggal 16 Juli 2021, tercatat 1.205 orang meninggal dalam sehari dan menjadi rekor tertinggi.

Hal ini kemudian memantik amarah masyarakat sebab pemerintah dinilai tak bisa menangani Covid ini dengan baik.

Baca Juga: Bom Guncang Mega Kuningan Jakarta, Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jadi Sasaran, 9 Tewas pada 17 Juli 2009

Amarah publik kian menggema hingga beberapa kali terakhir ini Presiden Jokowi diteriaki mundur dari jabatannya.

Beberapa tagar seperti #BapakPresidenMenyerahlah, #MundurAjaPakde, #LockdownJokowi sempat trending topic di Twitter hingga disorot media asing.

Pada hari ini Sabtu, 17 Juli 2021 kembali bergema tagar #MakzulkanPresidenGagal.

Publik kembali meradang sebab adanya isu perpanjangan PPKM darurat hingga akhir Juli nanti namun hal ini masih simpang siur.

Baca Juga: Mirip Jokowi di Sunter, Kapolri Blusukan Malam-malam Bagikan Sembako di Kota Solo

Berdasarkan pantauan Galamedia hingga berita ini ditayangkan ada 11.100 cuitan yang membahas tagar #MakzulkanPresidenGagal

"Rakyat gk bakal berisik klo gk menderita Mereka yg berseragam msh bisa gajian kita yg jualan bingung buat makan,bayar listrik, bayar kontrakan," tulis salah satu warganet.

"Maaf pak @jokowi apa bapak ngga berasa atau ngga malu hampir setiap hari trending topik di twitter belakangan ini minta bapak mundur atau bapak turun atau makzulkan bapak karna negara semakin krisis secara ekonomi dan kesehatan," tulis netizen lainnya.

"Covid tak terkendali, pejabatnya nonton sinetron. Nakes banyak mundur, fasilitas kesehatan kolaps. Akumulasi kegagalan rezim yg tidak serius menanangini pandemi terbayar lengkap dgn ribuan org meninggal dalam sehari," cuit netizen lainnya menanggapi tagar tersebut.***

Editor: Lucky M. Lukman

Tags

Terkini

Terpopuler