Sekalipun Tidak Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari, Warga Cipageran Tetap Antre Bantuan Sosial Tunai

- 18 Februari 2021, 16:31 WIB
Warga Kelurahan Cipageran mendatangi kawasan SMPN 5 Cimahi di Jalan Cipageran, Kamis (18/2), untuk mendapat pencairan BST.
Warga Kelurahan Cipageran mendatangi kawasan SMPN 5 Cimahi di Jalan Cipageran, Kamis (18/2), untuk mendapat pencairan BST. / LAKSMI SRI SUNDARI/GM

GALAMEDIA - Untuk yang kesekian kalinya, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melaksanakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat. Termasuk masyarakat yang ada di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Warga Kelurahan Cipageran memadati kawasan SMPN 5 Cimahi di Jalan Cipageran yang menjadi lokasi penyaluran, untuk mendapat pencairan BST. Kegiatan penyaluran bantuan tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk menghindari penularan Covid-19.

Berdasarkan pantauan, warga sudah berdatangan ke lokasi sejak sebelum layanan dibuka mulai pukul 8.00 WIB. Petugas menyiapkan area antrean dengan bangku yang diberi jarak, agar warga tidak berdesakan. Alur masuk dan keluar orang pun berbeda.

Bantuan berasal dari Kemensos tersebut menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra dalam penyalurannya, juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menambah titik layanan distribusi bantuan. Untuk tahun 2021, bantuan senilai Rp 300.000/Kepala Penerima Manfaat (KPM) akan dibagikan Januari-April 2021.

Baca Juga: Terawan Kembangkan Vaksin Covid Trending di Twitter, Gus Nadir: Kemarin Ngapain Aja Mas Bro?

Salah satu penerima bantuan, Sri Mulyani (40), warga Kampung Bobojong mengatakan, BST sangat membantu memenuhi kebutuhannya ditengah pandemi Covid-19.

"Saya tidak punya usaha, di rumah saja. Dengan adanya bantuan ini Alhamdulillah terbantu banget, apalagi buat saya yang diam di rumah," ujarnya.

Menurut Sri, bantuan tersebut akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Sudah dapat 3 kali, dipakai buat makan. Sebenarnya nggak cukup dengan kebutuhan, tapi daripada enggak ada sama sekali," katanya.

Hal serupa diungkapkan Ai Siti (45). "Dapat bantuannya Rp 300.000, waktu awal Rp 600.000 untuk dua bulan. Uangnya dipakai untuk beli keperluan sehari-hari, dibilang cukup ya enggak, karena harga sekarang pada mahal-mahal," jelasnya,

Dia turut mengomentari pelaksanaan pembagian BST di lingkungan sekolah. "Lumayan lebih nyaman dan teratur juga, adem. Sewaktu pembagian awal di lapangan jadi panas," tuturnya.

Baca Juga: Masuk Formatur Dalam Musda V PAN Garut, Hamzah Bertekad Besarkan Partai

Lurah Cipageran, Rully Sulfanorida mengatakan, di wilayahnya ada sebanyak 2.743 KPM yang mendapat bantuan dari Kemensos tersebut.

"Jumlah penerimanya masih sama seperti sebelumnya," ujarnya.

Untuk penyalurannya, kata Rully, dipusatkan di SMPN 5 Cimahi yang dilaksanakan selama tiga hari, 18 -20 Februari 2021.

"Per harinya ada kurang lebih 900 KPM. Untuk mekanisme penyalurannya oleh PT Pos Indonesia. Kami hanya memantau saja, terutama dalam penerapan protokol kesehatan," sebutnya.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi, agar terhindar dari penularan Covid-19, dengan melakukan penjadwalan, serta kewajiban memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca Juga: Intip Sinopsis Film After We Fell yang Akan Tayang Tahun 2021 Ini, Akankah Hardin dan Tessa Tetap Bertahan?

"Sejauh ini penerapan protokol kesehtannya sudah berjalan dengan baik," ucapnya. ***

 

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x