Kakak Beradik Asal Kanada Terbang ke Turki untuk Mencari Adiknya, dan Tidur di Dalam Mobil

- 13 Februari 2023, 15:51 WIB
Muthana Zora terbang ke Turki untuk membantu menemukan saudara perempuannya yang hilang, Samar Zora, yang berasal dari Halifax
Muthana Zora terbang ke Turki untuk membantu menemukan saudara perempuannya yang hilang, Samar Zora, yang berasal dari Halifax /Diego Cupolo/

GALAMEDIANEWS - Gempa berkekuatan 7,8 skala richter yang mengguncang Turki dan Suriah menyisakan cerita dan duka yang mendalam. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk komunitas masyarakat internasional.

Bantuan kemanusiaan saat ini sedang dikirim ke kedua negara dari seluruh dunia dengan berbagai barang bantuan.

Baca Juga: Update Gempa Turki dan Suriah: Harapan Penyintas Memudar Korban Tewas kini Melebihi 20.000 Jiwa

Kesedihan juga menimpa dua bersaudara, Muthana dan Saad, yang terbang dari Kanada ke Turki selatan untuk mencari saudara perempuan mereka yang hilang, yang belum terdengar kabarnya sejak gempa bumi Senin lalu di desanya.

Samar Zora, 33 tahun, berasal dari Halifax, demikian laporan CBC News. Dia tinggal di lantai pertama sebuah gedung apartemen lima lantai di Antakya, provinsi Hatay, dan sedang melakukan penelitian untuk gelar doktornya di bidang antropologi ketika gempa terjadi. Mutana dan Saad tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu.

Baca Juga: Amerika Serikat Mengerahkan Kapal Induk George HW Bush Untuk Tanggap Gempa Turki

Tidak puas dengan dukungan dari kedutaan besar Kanada, kakak beradik ini melakukan perjalanan ke daerah yang terkena dampak untuk mencarinya. Mereka berencana untuk tinggal selama diperlukan. Mereka bahkan tidur di dalam mobil.

"Ini adalah situasi kami, tetapi ini adalah salah satu dari ribuan. Kami duduk dan menangis bersama rakyat Turki," kata Saad.

"Kami perlu memperjelas posisi kami. Kami perlu melihatnya. Kami harus menguburkannya dengan benar untuk memberikan penghormatan kepada yang meninggal," tambah Mutana.

Baca Juga: Kualitas Bangunan di Turki Jadi Sorotan Tajam, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay Ikut Menanggapi, Apa katanya?

Kedua bersaudara ini tidur di dalam mobil dan meminta bantuan kepada orang-orang yang mereka temui. Mereka menghubungi kru penyelamat dari Korea Selatan dan Hungaria, namun diberitahu bahwa akan membutuhkan waktu satu bulan bagi alat berat untuk masuk ke apartemen tempat Samar Zora tinggal dan membersihkan puing-puing reruntuhan.

Pada hari Sabtu, seorang pria dengan kamera inframerah mengunjungi lokasi tersebut dan menunjukkan kepada Muthana di mana ia harus menggali. Tiga orang pria lokal datang untuk membantu tetapi harus pergi karena terlalu berbahaya.

Saudara-saudara itu juga menghubungi seorang teman Samar dan menemukan rumah sakit dan pemakaman setempat di mana kuburan massal berada.***

Editor: Imam Ahmad Fauzan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah